Suara NTB » News » Ekonomi » Selain Pijar, Ini Produk Olahan yang Terus Digenjot Disperin NTB
Selain Pijar, Ini Produk Olahan yang Terus Digenjot Disperin NTB Selain Pijar, Ini Produk Olahan yang Terus Digenjot Disperin NTB
Kepala Disperin NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih (suarantb.com/hvy)
Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih menyatakan  selain fokus pada komoditas produk olahan yang mengacu pada Pijar (sapi,... Selain Pijar, Ini Produk Olahan yang Terus Digenjot Disperin NTB

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih menyatakan  selain fokus pada komoditas produk olahan yang mengacu pada Pijar (sapi, jagung dan rumput laut), pihaknya  juga terus menggenjot  komoditas produk olahan seperti madu, kopi, garam dan permen susu.

“Produk olahan rumput laut misalnya sudah banyak dibikin tortilla, lulur dan sebagainya. Selain dari Pijar, komoditas seperti madu, kopi, permen susu, dan garam ini yang akan kita kembangkan ke depannya  untuk produk olahan dari komoditas ini,” ujarnya saat ditemui suarantb.com di kantonya, Kamis, 20 April 2017.

Saat ini menurut Eva, sebagai upaya dalam mengembangkan produk olahan kopi di Sembalun, pihaknya telah merangkul pihak-pihak terkait khususnya para pemuda. Agar dapat mengembangkan produk olahan kopi, melalui pelatihan-pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan hingga pengemasan.

“Di Sembalun khusus komoditas kopi yang sudah kita latih, mulai dari memilih bahan baku yang bagus, pengolahan sampai pengemasan. Bahkan pemuda di sana melanjutkan lagi pelatihan yang pernah kita buat. Mereka panggil lagi instruktur yang pernah kita kasih ke mereka untuk melatih. Jadi gregetnya sudah ada,” tuturnya.

Selain kopi, produk olahan dari strawberry di Sembalun, menurutnya juga memberi peluang bagus. Saat ini yang dilihat, para petani strawberry belum sampai memikirkan produk olahan apa yang bisa mereka buat jika hasil panen mereka berlimpah.

Ke depan, ia berharap produk olahan unggulan di NTB dapat disinergikan dengan sektor-sektor lainnya seperti pariwisata. “Misalnya di Blitar ada Kampung Coklat. Jadi kalau orang ke Sembalun, selain jalan jalan bisa menikmati kopi, strawberry dan makanan lainnya,” kata Eva.

Oleh karena itu,  sinergi lintas sektor  akan menjadi fokus ke depannya. Artinya, pihaknya akan bekerja sama denga dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Pariwisata untuk dapat merealisasikan project tersebut.

“Untuk project ini namanya memang belum kami tentukan, karena kami baru diskusikan dan belum bertemu SKPD terkait juga. Terkait bagaimana bentuk kerjanya nanti akan segera diupayakan,” pungkasnya. (hvy)

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *