Suara NTB » News » Pilihan Editor » Investor Bandel di Sumbawa Harus Ditindak Tegas
Investor Bandel di Sumbawa Harus Ditindak Tegas Investor Bandel di Sumbawa Harus Ditindak Tegas
Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, A. Rafiq (Suara NTB/dok)
Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, A. Rafiq mendukung langkah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP)... Investor Bandel di Sumbawa Harus Ditindak Tegas

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, A. Rafiq mendukung langkah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sumbawa yang melayangkan surat teguran kepada perusahaan yang belum pernah menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Bahkan mendesak dinas terkait mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin prinsipnya.

“Kita tidak boleh kalah dengan investor. Pemkab bisa memaksa mereka mematuhi aturan berinvestasi yang baik. Salah satunya penyampaian LKPM untuk memantau pergerakan investor di Sumbawa. Kalau mereka tidak mau taat aturan, sikat saja. Toh masih banyak yang lain yang masih mau berinvestasi di Sumbawa,” tandas A. Rafiq, kepada Suara NTB, Senin, 3 April 2017.

Baca juga:  PT. LTB Dinyatakan Kolaps, Mantan Direksi Wajib Kembalikan Penyertaan Modal

Menurutnya, Pemkab Sumbawa telah memberikan kemudahan berinvestasi di daerah ini. Mulai dari perangkat aturan hingga memperpendek jalur birokrasi dalam memberikan kenyamanan kepada investor. Namun, investor malah berlaku seenaknya. Inilah pentingnya sikap tegas dari dinas terkait. “Kita juga mempertanyakan, kok mereka enak enak saja, lalai tidak menyampaikan laporan. Ini ada apa? Jangan pernah bermain dan memberikan ruang negosiasi kepada investor yang melanggar aturan,”tukasnya.

Baca juga:  Masyarakat KEK Mandalika Tuntut Verifikasi Ulang

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, sedikitnya 13 perusahaan pemegang izin prinsip di Sumbawa belum pernah menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada Pemkab sampai dengan Desember 2016. Hingga diberikan surat teguran dan terancam dicabut izin prinsipnya. (arn)

BACA BERITA LAINNYA :