Suara NTB » News » NTB » WNA Tiongkok Berdalih Tak Salahi Izin Tinggal
WNA Tiongkok Berdalih Tak Salahi Izin Tinggal WNA Tiongkok Berdalih Tak Salahi Izin Tinggal
Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Romy Yudianto. (suarantb.com/dok)
Mataram (suarantb.com) – Keterangan sponsor WNA Tiongkok pekerja kapal Cai Jun I diklarifikasi ke WNA bersangkutan. 12 WNA yang bekerja sebagai operator kapal pengeruk... WNA Tiongkok Berdalih Tak Salahi Izin Tinggal

Mataram (suarantb.com) – Keterangan sponsor WNA Tiongkok pekerja kapal Cai Jun I diklarifikasi ke WNA bersangkutan. 12 WNA yang bekerja sebagai operator kapal pengeruk pasir dermaga Labuhan Haji itu mengaku tak pernah bekerja di darat.

“Dalam pemeriksaan imigrasi, harus dibuktikan omong-omong sponsor itu,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Romy Yudianto dihubungi Selasa, 10 Januari 2017.

Keterangan sponsor, yakni PT Pelayaran Sanle Makmur perlu ditelisik lebih mendalam lagi. “Dalam pemeriksaan, banyak yang harus kita lanjutkan prosesnya. Kalau terbukti melanggar ya kita pulangkan,” tegasnya.

Pemeriksaan 12 WNA Tiongkok yang datang sejak November 2016 lalu itu segera akan dituntaskan. “Sudah diperiksa tapi orangnya tidak ditahan. Paspornya saja,” sebutnya.

Baca juga:  Lakalantas, WNA Polandia Meninggal

Dari beberapa WNA Tiongkok yang sudah menjalani pemeriksaan, Romy menyebut mereka mengaku tidak pernah bekerja di darat seperti disebutkan laporan masyarakat yang diterima Kantor Imigrasi.

“Harus diluruskan. Menurut pengakuan mereka tidak mengerjakan. Tapi tetap kita telusuri laporan itu. Diselidiki terus,” ujarnya.

Pihak Imigrasi menyita paspor dan surat izin tinggal 12 WNA Tiongkok, Senin, 2 Januari lalu. mereka diduga menyalahi izin tinggal dengan melakukan pemasangan pipa di daratan. Padahal izinnya bekerja sebagai operator kapal Cai Jun I.

Di kapal berbendera Indonesia itu, 12 warga negara Tiongkok bekerja sebagai operator kapal yang dilengkapi alat pengeruk pasir milik PT Pelayaran Sanle Makmur. Diantaranya, LW, ZY, LP, XQ, YQ, LZ, JL, LQ, ZX, LH, dan DX.

Baca juga:  Gara-gara Sumur, Bule Aljazair Baku Pukul dengan Kadus

Visa para warga negara Tiongkok itu berupa kemudahan khusus keimigrasian (Dahsuskim) selama enam bulan sesuai waktu pengerjaan proyek itu.

Para pekerja Tiongkok itu mengaku paspornya dipegang oleh sponsor sebagai alasan tidak dapat menunjukkan saat diperiksa. (szr)

BACA BERITA LAINNYA :