Suara NTB » News » Gaya Hidup » Kesehatan » Pasien BPJS di RSUD Kota Mataram Melonjak 50 Persen
Pasien BPJS di RSUD Kota Mataram Melonjak 50 Persen Pasien BPJS di RSUD Kota Mataram Melonjak 50 Persen
Kunjungan ke RSUD Kota Mataram hari ini, Rabu, 11 Januari 2017. (suarantb.com/ros)
Mataram (suarantb.com) – Pascapemutusan kerja sama oleh sejumlah rumah sakit swasta di Mataram dengan BPJS Kesehatan, terjadi lonjakan pasien di RSUD Kota Mataram. Kepala... Pasien BPJS di RSUD Kota Mataram Melonjak 50 Persen

Mataram (suarantb.com) – Pascapemutusan kerja sama oleh sejumlah rumah sakit swasta di Mataram dengan BPJS Kesehatan, terjadi lonjakan pasien di RSUD Kota Mataram. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan menyebutkan lonjakan pasien mencapai 50 persen. Demikian disampaikannya pada suarantb.com, Rabu, 11 Januari 2017.

“Lonjakan kunjungan pasien terjadi sampai 50 persen. Sebelumnya kunjungan per hari 400-500, sekarang jadi 700 pasien. IGD yang biasanya 200-300 kunjungan sekarang hampir 400 pasien. Dari semuanya itu 90 persennya pasien BPJS,” jelasnya.

Dari jumlah 218 tempat tidur yang disediakan untuk pasien rawat inap, telah ditambah menjadi 245 tempat tidur. Sementara jika ditambah dengan tempat tidur di bagian IGD totalnya berjumlah 299.

“Menurut laporan yang saya terima pagi ini, dari 245 sisa lima tempat tidur yang kosong. Tapi saya perkirakan hari ini sisa lima itu akan terisi,” ucapnya.

Baca juga:  Tambah Gedung Layanan Baru, RSUD Praya Defisit Rp 35 Miliar

Untuk menghadapi lonjakan pasien rawat inap yang jauh dari perkiraan ini, Emirald mengaku akan terus melakukan perubahan pola tempat tidur. Kamar VIP yang awalnya berjumlah 50 kamar dikurangi menjadi 25 kamar.

“Kita sudah mengubah kamar VIP jadi kelas II atau kelas I. Jadi yang semula satu kamar untuk satu orang, jadi diisi dua orang. Kamar kelas I dijadikan kamar kelas III, jadi bisa diisi empat orang,” ujarnya.

Menurut Emirald, sampai hari ini jumlah tempat tidur masih tercukupi. Untuk mengatasi penumpukan pasien, ia menyebutkan pelayanan yang cepat bisa jadi solusi. Semakin cepat pelayanan, pasien bisa sembuh lebih cepat sehingga otomatis mereka akan lebih cepat pulang.

Baca juga:  Bupati Lobar Usul Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Senggigi

“Kita juga membuka tambahan poliklinik, seperti poliklinik penyakit dalam yang sebelumnya ada dua, sekarang sudah ada tiga. Kita juga buka layanan poliklinik eksekutif, jadi pasien umum bisa ke situ biar tidak perlu nunggu lama,” tambahnya.

Menilik dari kemungkinan lonjakan pasien yang akan terus bertambah, Emirald berharap rumah sakit swasta segera bisa membuka kerja sama kembali dengan BPJS. “Batasan tambahan tempat tidur kami kan 300-350, kami tidak bisa memaksakan. Jadi kami harapkan rumah sakit swasta dapat membuka diri lagi untuk kerja sama dengan BPJS,” harapnya. (ros)

BACA BERITA LAINNYA :