Suara NTB » News » Ekonomi » Mendesak, Dibentuk Pusat Perdagangan NTB
Mendesak, Dibentuk Pusat Perdagangan NTB Mendesak, Dibentuk Pusat Perdagangan NTB
Ketua Apex Provinsi NTB, H. Anhar Tohri (Suara NTB/bul)
Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Pengusaha Exportir (APEX) NTB mengingatkan pemerintah daerah bahwa sangat mendesak dibentuk pusat perdagangan di provinsi ini. Menyusul, setelah diberlakukannya... Mendesak, Dibentuk Pusat Perdagangan NTB

Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Pengusaha Exportir (APEX) NTB mengingatkan pemerintah daerah bahwa sangat mendesak dibentuk pusat perdagangan di provinsi ini. Menyusul, setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan menggempurnya produk-produk luar negeri merambah pasar Indonesia (NTB).

Di beberapa daerah di Indonesia, keberadaan produk-produk luar dari yang bernilai besar hingga yang bernilai kecil banyak dikeluhkan karena menggeser produk-produk luar. Pun demikian halnya di NTB, Ketua Apex Provinsi NTB, H. Anhar Tohri mengatakan harus dilakukan antisipasi meksipun fenomena tersebut telah terjadi.

Pusat perdagangan ini selanjutnya akan diisi oleh orang-orang yang berkompeten untuk melakukan pembinaan, pendampingan, sekaligus menjadi jembatan bagi para produsen lokal memperkuat jaringan pasarnya.

“Hal ini telah lama saya sampaikan, daerah sampai saat ini belum ada respon rupanya. NTB harus memiliki pusat perdagangan untuk mengimbangi pengaruh persaingan produk-produk dari luar daerah dan luar negeri,” ujar H. Anhar Tohri pada Suara NTB di Mataram, Selasa, 10 Januari 2017 kemarin.

Pusat perdagangan dimaksud menerapkan nama lain dari trading House yang merupakan suatu lembaga perantara antara produsen dan konsumen. Trading house tidak memproduksi barang karena fungsinya hanya membantu mempromosikan dan menjual produk milik pihak ketiga (UKM) kepada pembelinya.

Secara umum kegiatan trading house mencakup beberapa hal utama, diantaranya mempromosikan produk dari pasar lokal untuk dijual kepasar internasional. Mempromosikan produk dari pasar internasional untuk dijual di pasar lokal dan Menjual produk di pasar internasional

Dengan perannya tersebut trading house dapat menghubungkan antara produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di sentra produksi ke pasar global. Kehadiran trading house akan sangat membantu UKM dalam memasarkan produknya.

Anhar Tohri merasa khawatir dengan pasar produk NTB kedepannya. Kekhawatiran tersebut lebih-lebih setelah pemerintah provinsi yang melakukan mutasi beberapa kali, khususnya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Ia menyorot pemerintah daerah atau penentu kebijakan memenpatkan orang-orang yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

“Dari peternakan urus perdagangan, dari pertanian urus perdagangan, lihat Perdagangan Dalam Negeri (Dinas Perdgangan). Apa yang bisa dilakukan untuk perdagangan NTB,” demikian H. Anhar. (bul)

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *