Suara NTB » News » Kota Bima » Korban Banjir Bima Terima Jadup
Korban Banjir Bima Terima Jadup Korban Banjir Bima Terima Jadup
Perasaan haru saat keluarga korban banjir Kota Bima, bertemu dengan Menteri Sosial, Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota H. Qurais H. Abidin di Kota Bima, Selasa, 10 Januari 2017. (Suara NTB/uki)
Kota Bima (Suara NTB) – Sebanyak 1.335 jiwa atau 381 kepala keluarga (KK) warga Kota Bima korban banjir menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari... Korban Banjir Bima Terima Jadup

Kota Bima (Suara NTB) – Sebanyak 1.335 jiwa atau 381 kepala keluarga (KK) warga Kota Bima korban banjir menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Mereka antara lain korban banjir yang rumahnya hanyut atau rusak berat.

“Bantuan jadup ini diharapkan bisa membantu menopang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana,” kata Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, di kantor Walikota Bima, Selasa, 10 Januari 2017.

Khofifah mengaku, nilai jadup yang diberikan sebesar Rp. 10.000/hari/jiwa untuk masa pemulihan selama tiga bulan kedepan. Sehingga masing-masing penerima jadup akan mendapatkan Rp 900.000.

“Selain Jadup, bantuan lain yang diberikan bagi warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat adalah bantuan sosial logistik berupa kompor gas, peralatan dapur dan peralatan kebersihan,” terangnya.

Baca juga:  Trauma Banjir, Remaja SMP Ini Berhenti Jadi Buruh di Pelabuhan

Mensos mengajak seluruh masyarakat Kota Bima untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir yang melanda Kota Bima beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut dapat dijadikan ujian.

“Kalau Tuhan ingin kita naik kelas, biasanya kita diuji dulu. Jika bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan menjadi orang yang lebih baik dan lebih maju kehidupannya,” tuturnya.

Selain itu, Mensos menambahkan, pihaknya masih akan memberikan bantuan kepada korban banjir setelah bangunan rumah hunian tetap rampung. Pihaknya akan memberikan uang Rp 3 juta per KK.

“Tugas Kemensos kedepan yaitu mengisi perabot rumah tangga, indeksnya Rp 3 juta per rumah,” ujarnya.

Mensos masih menunggu proses penyelesaian rumah hunian tetap yang akan dikerjakan Kementerian PUPR dan BNPB. Kemensos akan terus melakukan koordinasi dengan Pemkot Bima.

Baca juga:  Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Tinggi di NTB

“Kami masih menunggu. Bisa saja hampir rampung pembangunan hunian tetap dananya langsung diserahkan. Supaya korban banjir bisa mengisi perabotan rumah tangganya,” terangnya.

Dia menambahkan, Kedatangan pihaknya di Kota Bima juga menyerahkan langsung pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 196 KK di daerah setempat.

“Saya berharap para penerima PKH bisa memanfaatkan dana yang diterima, terutama untuk biaya pendidikan anak,” harapnya. (uki)

BACA BERITA LAINNYA :

Tidak ada komentar sejauh ini.

Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar di bawah ini .

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *