Suara NTB » News » Lombok Timur » Semua ASN Lotim Belum Terima Gaji
Semua ASN Lotim Belum Terima Gaji Semua ASN Lotim Belum Terima Gaji
Sekretaris BPKA Lotim, Iswan Rakhmadi (Suara NTB/rus)
Selong (Suara NTB) – Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum menerima gaji.... Semua ASN Lotim Belum Terima Gaji

Selong (Suara NTB) – Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum menerima gaji. Saat ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) sedang melakukan proses penyesuaian.

Sekretaris BPKA Lotim, Iswan Rakhmadi, menjelaskan, lambatnya pencairan gaji ASN ini diduga karena seluruh aparatur pemerintahan ini sedang dalam proses penetapan. Di mana, pascapelantikan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diyakinkan dalam waktu dekat seluruh gaji ASN segera terbayar.

Baca juga:  Mengaku dari Penegak Hukum, Penelepon Gelap Teror Pejabat Loteng

Setelah Bupati melantik KPA, dalam proses penyaluran gaji ini dibutuhkan bendahara pengeluaran di masing-masing SKPD. Di mana, bendahara pengeluaran itulah yang selanjutnya bertugas untuk menyalurkan gaji masing-masing ASN di lingkup SKPD tersebut.

Ditambahkan, pascaperubahan OPD dan para pimpinannya dilantik pada Senin lalu, maka seluruh SKPD juga memerlukan proses penyesuaian. Setelah bendahara ada SK dari Bupati, maka rekening atas nama SKPD tersebut segera dibuat dan disalurkan.

“Tidak sampai berbulan-bulan atau berminggu-minggu. Dalam waktu secepatnya kita akan bayar seluruh gaji,”  janji Iswan. Mengenai jumlah keseluruhan gaji pascaperubahan OPD sebutnya belum dihitung detail.

Baca juga:  Sejumlah Pejabat di Lobar Terancam Non Job

Perbandingan jumlah gaji pegawai yang akan dikeluarkan pascaperubahan OPD dengan yang sebelumnya belum dilihat rincian perbandingannya. Adanya kemungkinan kenaikan, karena penambahan jumlah pejabat kemungkinan terjadi, namun tidak  berdampak terlalu besar pada porsi anggaran belanja untuk para pegawai. (rus)

BACA BERITA LAINNYA :