Suara NTB » News » Dompu » Berangkat atas Nama Orang Lain, TKW Dompu Pulang dengan Tengkorak Retak
Berangkat atas Nama Orang Lain, TKW Dompu Pulang dengan Tengkorak Retak Berangkat atas Nama Orang Lain, TKW Dompu Pulang dengan Tengkorak Retak
Halimah alias Ratna yang dirawat di RSUD Dompu akibat mendapat penganiayaan di tempatnya bekerja di Malaysia, Senin, 9 Januari 2017. (Suara NTB/ula)
Dompu (Suara NTB) – Halimah (41), warga Woro kecamatan Madapangga Kabupaten Bima harus mendapat perawatan intensif di RSUD Dompu karena luka patah yang sudah... Berangkat atas Nama Orang Lain, TKW Dompu Pulang dengan Tengkorak Retak

Dompu (Suara NTB) – Halimah (41), warga Woro kecamatan Madapangga Kabupaten Bima harus mendapat perawatan intensif di RSUD Dompu karena luka patah yang sudah membusuk pada bagian tubuhnya. Halimah yang menggunakan nama Ratna alamat Dorebara Dompu untuk menjadi TKW ke Malaysia ini sempat dikabarkan hilang di tempat kerjanya Agustus 2016 lalu.

Ratna ditemukan dalam keadaan luka dan membusuk di tengah kebun kelapa sawit di Malaysia dan langsung dibawa pulang ke Indonesia. Halimah yang didampingi kakaknya, Hafsah dari Dorebara Dompu di ruang IGD RSUD Dompu, Senin, 9 Januari 2017, mengaku mendapat perlakuan kasar dari sesama TKI di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

Di tempatnya bekerja saat ini, Halimah baru tiga bulan bekerja sejak Mei 2016 lalu. Sebelumnya, dia bekerja di perkebunan kelapa sawit pribadi selama empat tahun dan kembali ke Indonesia untuk membangun rumahnya di Woro Bima.
Diakui Halimah, dirinya sempat ada masalah dengan sesama TKW di tempatnya bekerja. TKW tersebut asal Bima dan diduga ia libatkan suaminya untuk melakukan penganiayaan terhadap dirinya. “Saya dipukul dan dipatahkan kaki,” ungkapnya.

Baca juga:  Dipulangkan, Seribu Lebih TKI Ilegal Berpotensi Jadi Pengangguran

Halimah sendiri sudah memiliki suami dan ikut menjadi TKI di Malaysia, tapi beda tempat kerja. Namun suaminya baru tahu dua hari setelah dirinya berada di Dompu dan tidak ikut ke Indonesia untuk melihat kondisi istrinya. “Suaminya baru ada kabarnya setelah dua hari istrinya ada di Dompu, tapi sampai sekarang belum datang,” ungkap Hafsah yang selama ini merawat adiknya di Dorebara.

Hafsah mengaku, sejak kembali ke Dompu 15 hari lalu dirinya yang merawat adiknya. Sebelum diantar ke Dompu, ia sempat dirawat di Pontianak dan dikabarkan ia menjadi korban tabrak lari. Selama ini hanya pengobatan secara tradisional dilakukan. Sampai punggung dan kaki kirinya yang dipatahkan membusuk. “Kita rencananya akan mengadukan persoalan ini secara hukum, karena pelakunya juga orang Bima. Tapi kita lakukan perawatan dulu di RSUD Dompu sebagai salah satu syarat,” jelasnya.

Baca juga:  Digagalkan, Pengiriman Tiga WNI Asal NTB ke Suriah

Selain kakinya yang dipatahkan hingga tidak bisa diluruskan dan besar sebelah, pada bagian kepalanya juga mengalami luka. Bahkan tengkorak kepalanya sudah tidak normal, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan sesama TKI di Malaysia. “Dia ini sudah dua kali pergi. Pertama pergi selama empat tahun dan uangnya dimanfaatkan untuk bangun rumah. Dia pergi kedua ini untuk sekolah anaknya. Dia juga didampingi oleh anak saya, Ulfa,” katanya. (ula)

BACA BERITA LAINNYA :