Suara NTB » News » Lombok Tengah » Tunjangan Perumahan Diwacanakan Naik, Gaji Dewan Loteng Bisa Tembus Rp 22 Juta per Bulan
Tunjangan Perumahan Diwacanakan Naik, Gaji Dewan Loteng Bisa Tembus Rp 22 Juta per Bulan Tunjangan Perumahan Diwacanakan Naik, Gaji Dewan Loteng Bisa Tembus Rp 22 Juta per Bulan
Anggota DPRD Loteng, M. Samsul Qomar (Suara NTB/kir)
Praya (Suara NTB) – Sejumlah tunjangan yang diterima para anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diwacanakan bakal naik pada tahun 2017 ini. Jika benar... Tunjangan Perumahan Diwacanakan Naik, Gaji Dewan Loteng Bisa Tembus Rp 22 Juta per Bulan

Praya (Suara NTB) – Sejumlah tunjangan yang diterima para anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diwacanakan bakal naik pada tahun 2017 ini. Jika benar terealisasi, maka besaran total pendapatan anggota wakil rakyat Loteng bisa menembus angka minimal Rp 22 juta per bulan. Naik sekitar 25 persen dari total pendapatan yang diterima sekarang ini.

Salah satu tunjangan yang direncanakan naik yakni tunjangan perumahan dari Rp 7,5 juta per bulan, menjadi Rp 9 juta per bulan. Itu untuk anggota biasa. Sementara untuk unsur pimpinan, jauh lebih besar lagi. Belum lagi ada juga tunjangan operasional.

Di mana semua fasilitas berupa kendaraan yang diberikan kepada para anggota DPRD Loteng, nantinya akan ditarik seluruhnya, kecuali untuk kendaraan dinas unsur pimpinan dan diganti dengan uang tunai dengan besaran mencapai Rp 3 juta per bulan.

Baca juga:  Anggaran Makan-minum SKPD di Lobar Tembus Rp 23 Miliar

“Tapi ini baru rencana. Setelah ini akan ada pembahasan lebih lanjut terkait rencana ini,” aku Ketua Komisi I DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada wartawan, Senin, 9 Januari 2017.

Ia menjelaskan, kenaikan besaran sejumlah tunjangan bagi anggota Dewan didasari adanya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pendapat anggota DPRD dari pemerintah pusat. Di mana RPP saat ini sudah selesai disusun tinggal menunggu pengesahan dari presiden, sehingga perlu sejak awal, DPRD Loteng melakukan persiapan.

“Nanti dari Komisi I, bila perlu akan kita buatkan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif tentang tunjangan dewan tersebut. Sehingga penerapan peraturan pemerintah itu nanti bisa lebih kuat lagi dengan adanya perda tersebut,” terangnya.

Ditegaskannya, rencana kenaikan tunjangan-tunjangan akan berdampak langsung pada bertambahnya pendapatan para anggota Dewan. Di mana saat ini para anggota DPRD Loteng menerima sekitar Rp 18 juta per bulan yang merupakan akumulasi dari semua tunjangan yang diterima dalam satu tahun.

Baca juga:  Silpa Rp 81 Miliar Lebih, Pemkab Lombok Utara Dinilai Lamban

“Dengan adanya kenaikan sejumlah tunjangan itu, maka paling tidak total pendapatan anggota DPRD Loteng bisa mencapai Rp 22,5 juta per bulan. Sedangkan untuk unsur pimpinan, jelas lebih besar lagi,” terangnya.

Hanya saja, untuk besaran tunjangan perumahan nanti akan dilakukan apraisal (penilaian) terlebih dahulu untuk mengetahui berapa besaran tunjangan perumahan yang ideal bagi anggota DPRD Loteng saat ini. Selain itu, mempertimbangkan beban dan kondisi keuangan daerah yang ada sekarang ini. (kir)

BACA BERITA LAINNYA :