Suara NTB » News » Kota Mataram » Kominfo Curiga Ada Oknum Bermain Terkait Izin Tower
Kominfo Curiga Ada Oknum Bermain Terkait Izin Tower Kominfo Curiga Ada Oknum Bermain Terkait Izin Tower
Kadis Kominfo Kota Mataram, H.L. Junaidi (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram mencurigai adanya indikasi aturan penerbitan izin tower yang ’’dipermainkan’’ oleh oknum tertentu. Sehingga... Kominfo Curiga Ada Oknum Bermain Terkait Izin Tower

Mataram (Suara NTB) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram mencurigai adanya indikasi aturan penerbitan izin tower yang ’’dipermainkan’’ oleh oknum tertentu. Sehingga ada semacam pungutan yang tidak jelas.

“Ada oknum yang memanfaatkan situasi kesempatan dalam kesempitan,” kata Kadis Kominfo Kota Mataram, Drs. H.L. Junaidi dikonfirmasi, Senin, 9 Januari 2017.

Sayangnya, mantan Kadis Tatakota dan Pengawasan Bangunan enggan membeberkan oknum mana tersebut.

Hal – hal semacam itu akan menjadi upaya untuk ditertibkan menyangkut tower seluler. Baik masalah titik maupun penempatan ruang mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Kalau tidak berizin, ini kata dia, menjadi salah satu yang akan dibongkar. “Tidak ada toleransi, tower tidak resmi atau ilegal,” tegasnya.

Baca juga:  Ditahan Jaksa, Kadus Gili Trawangan Ingin Keluar Penjara

Ia belum menghitung berapa jumlah tower berizin atau tidak. Dalam waktu dekat ini akan mulai didata mana tower legal maupun ilegal. Disamping itu, pihaknya akan memperketat pembangunan tower. Radius berdekatan dengan pemukiman masyarakat secara langsung tidak boleh dibangun.

Secara teknis disampaikan, pemancaran telekomunikasi seluler ini harus memiliki ketinggian tertentu. Pasalnya, ketinggian tower harus diukur dari bawah karena berkaitan dengan retribusi dibayar ke pemerintah. “Maksimal tinggi tower pasti ada karena ini menyangkut retribusi,” sebutnya.

Baca juga:  Diduga Marak, Pungli di Pasar Tradisional di Mataram

Tapi satu hal akan dibuatkan nanti semacam edaran walikota. Edaran mengatur radius pemasangan tower di masyarakat. Artinya, tidak boleh berdekatan dengan pemukiman dan pusat pendidikan. (cem)

BACA BERITA LAINNYA :