suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Mengaku Salah, Pasrah Turun Jabatan
 

Updated : Senin 21/01/13

KEPALA Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya  Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB , berinsial Lalu Mayadi yang diduga melakukan pemerasan terhadap rekanan atau kontraktor yang memenangkan tender proyek di dinas tersebut, menerima konsekuensi  dari perbuatannya.  Ia menerima sepenuh hati keputusan Gubernur  NTB yang memberhentikannya dari jabatannya sebagai Kabid dan diturunkan menjadi staf biasa. Ia mengaku telah menerima SK pemberhentian itu dari BKD yang ditandatangani Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi.

‘’Saya terima apapun keputusan pimpinan, jangan diperpanjang lah masalah ini,’’ujarnya kepada Suara NTB via telepon, Sabtu (19/1). Ia menolak berbicara panjang terkait masalah ini.

Ia mengaku menerima SK itu sekitar Jumat (18/1), setelah diusulkan diberhentikan  oleh Kepala Dinas Perikanan dan kelautan (Diskanlut) NTB. Ia menolak menyebut nomor SK pemberhentiannya sebagai Kabid tersebut karena tak ingin memperpanjang masalah ini. Ia meminta agar tidak memperpanjang masalah ini, karena ia telah menerima konsekuensi atas tindakannya itu. Ia juga berharap agar masalah ini tidak dibawa ke ranah hukum.

Terkait video rekaman pemerasan itu, ia tidak tahu menahu karena ia pada waktu itu tidak mengetahui dirinyaa direkam. Ia sendiri mengaku salah dan menyesali perbuatannya . 

Seperti diberitakan, praktik dugaan suap itu direkam video kemudian diunggah di situs Youtube oleh seorang pemilik account Youtube bernama Lalu Supardi dan dirilis 6 Januari 2013 lalu, hingga menyebar luas di jejaring sosial Facebook, salah satunya di grup diskusi bernama "Forum Diskusi Membangun NTB" yang diposting oleh seorang pemilik account bernama Abah Lank.

Dalam tayangan video itu, jelas terlihat dua orang yang diduga sebagai oknum Kabid di Diskanlut NTB yang berbaju dinas PNS dan seorang pria pelaksana proyek pembangunan, sedang berbicara dan diduga sedang transaksi suap. Tampak dalam tayangan video itu pria berbaju dinas PNS diberi amplop berisi uang sebanyak Rp 2 juta, karena sempat dipertegas nilai uang itu oleh pria berbaju dinas PNS tersebut.

 Lalu disebut masih kurang oleh pria berbaju PNS itu karena ia menginginkan minimal diberi Rp 4 juta untuk dua proyek di lokasi berbeda. Selanjutnya, terjadi tawar-menawar untuk mendapatkan tambahan uang, dan dijanjikan oleh pihak kontraktor akan direalisasi di kemudian hari. Dialog itu diakhiri dengan kesepakatan yang ditandai dengan saling berjabat tangan pertanda komitmen bersama di kemudian hari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Ir.H. Ali Syahdan membenarkan terkait dugaan pemerasan yang dilakukan kabidnya. Sementara itu, Kepala BKD dan Diklat NTB, H.Muh Suruji juga membenarkan kalau oknum terkait telahh dijatuhkan hukuman berupa pemberhentian sebagai Kabid Perikanan Budidaya. Ia mengaku surat usulan pemberhentiannya sudah diberikan langsung ke bersangkutan setelah di tandatangani Gubernur NTB. (her)


-----------------------------------------------------------------------

- Gubernur Copot L. Mayadi Sejak 17 Januari 2012
- Mengaku Salah, Pasrah Turun Jabatan
- Beraksi di 17 TKP, Anak 14 Tahun Diduga Jadi Sindikat Curanmor
- Toko Emas Daefi Dibobol, Pencuri Gasak 1,3 Kg Emas
- Verifikasi Faktual Berkas  Paket Laris, KPU Temukan Dugaan KTP Dukungan Fiktif

- Tokoh
- Komentar

@Copyright Suara NTB