suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Antisipasi Gerakan Radikal dan Konflik
Polda NTB Tambah Datasemen Brimob di Bima
 

updated: Sabtu 17/11/2012

PERAGAAN : Personel Datasemen khusus Brimob saat memperagakan kemampuan melumpuhkan teroris dalam upacara HUT Brimob, Rabu lalu. (Suara NTB/ars)

Mochammad Iriawan
“Kedepan, kami akan usulkan ke Mabes Polri untuk pembangunan Datasemen di Kabupaten Bima tersendiri,

 

 

Mataram (Suara NTB)
Wilayah Bima nampaknya benar – benar menjadi perhatian khusus aparat. Keterlambatan antisipasi diduga kerap menjadi pemicu letusan gerakan radikal sebagaimana terjadi di Ponpes Umar Bin Khattab (UBK) dan konflik horizontal dan vertikal. Dalam rangka itu, pihak Polda NTB memastikan menambah satu lagi markas Datasemen Brimob di Wilayah paling timur NTB itu.

Kepastian itu disampaikan langsung Kapolda NTB, Brigjen Pol. Mochammad Iriawan, SH,MM,MH usai menjadi Irup pada HUT-67 Brigade Mobil (Brimob), Rabu (14/11).

Kebutuhan akan detasemen tambahan itu menurut Kapolda untuk melengkapi markas yang sudah ada di Kota Bima. Saat ini di Bima pihaknya baru menempatkan Datasemen IV yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu di Kelurahan SambinaE  Kota Bima. Eskalasi peristiwa, mulai dari konflik kelompok warga  dengan warga lain, antarwarga dengan pemerintah, keberadaan Brimob belum sepenuhnya mampu ditangani aparat Polres setempat meskipun sudah di back up Datasemen IV. Sehingga hemat Kapolda, perlu ada penambahan kekuatan untuk mempercepat antisipasi ketika gejolak mulai muncul. “Kedepan, kami akan usulkan ke Mabes Polri untuk pembangunan Datasemen di Kabupaten Bima tersendiri,” terang Kapolda. 

Rupanya, sambung jenderal bintang satu ini, kebutuhan itu tidak hanya sepihak dari jajarannya. Melainkan juga ada permintaan dari masyarakat, khususnya yang dari wilayah Kabupaten Bima, dengan harapan jangkauan lebih dekat dengan lokasi kejadian dan mempercepat penanganan agar letusan peristiwa bisa diminimalisir dampaknya.

Tetapi keinginan itu tidak langsung instan karena butuh proses panjang untuk realisasi. Hanya saja, harapan dan upaya pihaknya akan tetap mempercepat realisasi pembangunan Datasemen tambahan dimaksud.
 
1.800 personel

Dalam rangkaian HUT Brimob itu, Kapolda memberi gambaran kondisi personel Brimob saat ini. Pasukan elite Kepolisian itu, saat ini yang di tempatkan di sejumlah Detasemen, termasuk di Mako Brimob Ampenan hanya mencapai 1.800 personel. Jumlah itu masih jauh dari kondisi ideal berdasarkan kebutuhan pelayanan masyarakat serta penangananan peristiwa  di wilayah NTB. “Kalau bicara ideal, kami butuh personel 16.000 orang. Kenyataannya sekarang hanya 1.800 orang, kan gak cukup,” terangnya.

Sementara dalam rangkaian HUT di Lapangan Mako Brimob Skip Ampenan pagi lalu berlangsung meriah dengan berbagai atraksi. Mulai dari musikalisasi dan tari daerah Sasak, Rudat, juga diperagakan kemampuan bela diri dan menembak personel.

Paling anyar, ketika belasan personel Datasemen khusus Brimob memperagakan pelumpuhan dan penangkapan gembong teroris, juga saat turunnya tim Gegana untuk menjinakkan bahan peledak. (ars)

@Copyright Suara NTB