suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
TGB Pastikan Maju di Pilkada 2013
Kyai Zul Beri Selamat, Zaini Arony Tunggu Survei
 

updated: Rabu 17/10/2012

Mataram (Suara NTB) –
Setelah sekian lama tidak bersedia berkomentar mengenai pencalonan dirinya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013, akhirnya Ketua DPD Partai Demokrat NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, buka suara. Kepada wartawan di Hotel Lombok Raya, Selasa (16/10) siang, M. Zainul Majdi yang juga Gubernur NTB ini, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Gubernur NTB 2013 mendatang. 

''Terkait Pilkada, Insya Allah 2013 nanti, saya akan kembali mencalonkan diri,'' ungkapnya pendek setelah menyampaikan keterangan terkait hasil pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Ada beberapa alasan ia kembali mencalonkan diri sebagai gubernur. Yang pertama, banyak aspirasi masyarakat yang meminta kesediaannya maju sebagai gubernur.  Selain itu, Tuan Guru Bajang -- panggilan gubernur termuda di Indonesia ini, banyak program yang dijalankan selama ini harus segera dituntaskan.

Pada bagian lain, ia juga ingin memperkuat posisi NTB di tingkat nasional dan internasional dengan berbagai program atau langkah yang akan dilakukan di masa mendatang. ‘’Dalam hal ini, saya ini berazam (berketetapan hati, red) untuk maju dalam Pilkada 2013,’’ ujarnya.

Mengenai siapa calon wakil gubernur yang akan mendampinginya, Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini masih belum menyampaikannya. Malah dengan nada bercanda, lulusan S3 Universitas Islam Al Azhar Kairo Mesir ini akan berpasangan dengan wartawan untuk maju.

Beri Apresiasi

Sementara calon rival kandidat incumbent di Pilkada NTB 2013 mendatang, KH. Zulkifli Muhadli mengapresiasi kepastian majunya Dr. TGH. M. Zainul Majdi di suksesi lima tahunan tersebut. Sementara itu, Partai Golkar masih menunggu hasil survei bulan November mendatang sebelum memutuskan sikapnya.

“Saya pertama menyampaikan selamat kepada incumbent, yang sudah menyatakan sikap akan maju,” ujar Kyai Zul – sapaan akrab Zulkifli Muhadli. Ia menambahkan bahwa kepastian majunya Zainul Majdi tersebut akan memberikan nuansa kepastian politik yang selama ini banyak menjadi pertanyaan. Bagaimanapun, ujarnya, situasi yang dipenuhi ketidakpastian adalah sesuatu yang tidak mengenakkan.
“Dengan pastinya kontestan yang akan maju, kita bisa mempersiapkan diri sesuai dengan kepastian itu,” ujarnya kepada Suara NTB, Selasa kemarin. Kyai Zul menghitung, kini pihaknya tinggal menunggu satu atau dua figur lainnya yang diperkirakannya akan segera menyatakan sikap.

Menurutnya, untuk mengimbangi incumbent, pihaknya harus lebih aktif melakukan sosialisasi. Ia memilih untuk terus mendahulukan aktivitas sosialisasi ke sejumlah basis suara guna menyaingi incumbent yang tentunya sudah lebih dulu dikenal. “Apa yang saya lakukan beberapa bulan ini adalah langkah yang tidak perlu dilakukan incumbent. Pendatang baru tentu harus sosialisasi, kalau incumbent, empat tahun ini sudah sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk calon pendamping dan calon mitra koalisi yang akan digandeng oleh PBB dalam mengusungnya, Kyai Zul menegaskan pihaknya juga cukup intensif melakukan pembicaraan. Untuk kandidat pendamping, ia secara khusus menyebut dua nama yang sudah mengerucut, yaitu H. L. Muhyi Abidin dan Suryadi Jaya Purnama, ST. Sementara, untuk mitra koalisi nanti, menurutnya cukup banyak partai yang diajak bicara.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar NTB, Dr. H. Zaini Arony, M.Pd, juga mengapresiasi kepastian majunya TGB dalam Pilkada 2013 mendatang. Zaini sendiri sebelumnya mengaku telah beberapa kali berbicara dengan TGB menyangkut persoalan ini. “Dari sekian kali saya diskusi bersama beliau, memang beliau belum menyatakan diri maju atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa kesempatan, ia diberitahu oleh TGB bahwa kepastian soal maju atau tidak ini baru akan diambil pada akhir Oktober. Namun, rupanya keputusan itu kini sudah diambil lebih dini. “Beliau pernah katakan, akhir Oktober, kalau sekarang kanberarti lebih cepat dari rencana semula,” ujarnya.

Namun, ia menilai, TGB mengambil momentum yang cukup baik untuk memberikan kepastian bagi pendukungnya. Sebab, ini dilakukan di tengah banyaknya pertanyaan soal apakah yang bersangkutan akan maju lagi atau tidak. “Karena paling tidak apa yang menjadi teka – teki masyarakat juga terjawab,” ujarnya sembari menambahkan bahwa kepastian majunya TGB ini juga pasti dilakukan setelah menimbang banyak sisi.

Soal Golkar sendiri, Zaini menegaskan bahwa sebagai Ketua DPD, ia tidak bisa mengambil keputusan sendiri untuk merespon perkembangan politik yang terjadi. Ia menegaskan, pihaknya tetap harus menunggu hasil survei yang hasilnya baru diketahui pada November mendatang.

“Baik itu mengambil sikap mandiri atau berkoalisi itu hasil survai yang Insya Allah November. Tentu kami baik selaku ketua partai maupun kolega, kita sering berdiskusilah. Komunikasi kami sangat bagus, tidak ada kendala psikologis,” tandas politisi yang juga Bupati Lombok Barat ini.

Sementara itu, Ketua DPW PKS NTB, Suryadi Jaya Purnama, ST mengakui bahwa sejauh ini kekuatan figur – figur yang muncul di permukaan menjelang Pilgub 2013 tidaklah berbeda jauh. Hal itu menurutnya disebabkan rakyat bisa bebas menentukan siapa pemimpinnya. “Karena ini menyangkut pilihan, semua bisa jadi berubah, kondisi hati, kondisi politik itu sangat dinamis, setiap saat bisa berubah,” ujarnya.

Soal koalisi, pengakuan Suryadi mengungkapkan bahwa pihaknya kini aktif bernegosiasi dengan PBB dan Gerindra. “Selama ini kita berbicara kemarin dengan PBB, dengan Gerindra. Yang aktif itu,” ujarnya. Meski belum ada titik temu dari negosiasi yang dijalin, namun Suryadi berharap pihaknya bisa mencapai kesepakatan pada bulan ini. “Kami menargetkan mudah – mudahan bulan ini sudah ada deal dengan mitra koalisi,” pungkasnya. (ham/nas/aan)

@Copyright Suara NTB