suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Bupati Bima Todong Warganya dengan Pistol ?
 

updated: Rabu 04/07/2012

Kota Bima (Suara NTB)
Aksi perobekan proposal oleh sejumlah warga di hadapan Bupati Bima Ferry Zulkarnain ST lantaran kecewa setelah proposalnya ditolak ternyata  diwarnai insiden penganiayaan yang diduga dilakukan ajudan Bupati Bima, Rus. Dalam insiden itu juga, Bupati Bima dituduh menodongkan pistol ke salah satu warga bernama  Sudirmasin, menggunakan pistol serta mengancam akan membunuh Sudirmasin.  Sementara Polres Bima Kota yang menerima laporan dimaksud dan telah menindaklanjutinya melalui proses hukum.

Atas insiden penganiayaan dan penodongan pistol itu, Sudirmasin melaporkan kejadian itu ke Polres Bima, Selasa (3/7) kemarin. Berdasarkan pengaduan tertulis yang dilayangkan Sudirmasin, ia menyebutkan peristiwa penodongan itu terjadi ketika ia dan dua orang kawannya, Ikhsan dan Samsudin menyodorkan sebuah proposal atas nama Forum Solidaritas Pemuda Pelajar Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Namun seperti yang telah diberitakan sebelumnya, saat disodorkan proposal itu, bupati menolak merealisasikannya. Setelah ditolak, ia pun mengakui proposal tersebut dirobek langsung oleh Samsudin.

Namun saat dirobek, kemudian terjadi tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ajudan Bupati Bima, Rus. Saat Samsudin dianiaya, ia pun mencoba melerai namun justru dianiaya oleh Rus. Selanjutnya, ketika kekisruhan terjadi tak disangka-sangka Bupati Bima konon mencabut pistol dan menodongkan ke arah Sudirmasin seraya mengancam akan membunuhnya. “Kasih tahu adikmu,  saya bunuh kamu,” tulis Sudirmasin dalam laporannya menirukan ancaman Bupati.

Peristiwa ini pun kemudian dilaporkan ke Polres Bima Kota siang kemarin. Dalam laporan itu, Sudirmasin juga menyertakan empat orang saksi yang berada di TKP saat peristiwa terjadi.  

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Kabupaten Bima Iskandar SH yang dikonfirmasi terkait  adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh ajudan  Bupati Bima, ia membenarkan. Sesuai dengan laporan memang ada kejadian dimaksud. “Kejadian itu benar,” tandas Iskandar.

Sementara saat ditanya adanya dugaan penodongan pistol oleh bupati, ia mengaku tak tahu menahu. Hanya saja dirinya membenarkan jika bupati memiliki pistol karena bupati merupakan pengurus Perbakin. “Bupati punya pistol, resmi, karena dia pengurus Perbakin Kabupaten Bima,” tandasnya.

Mungkin saja katanya, tindakan tersebut dilakukan oleh bupati untuk berjaga-jaga. Jangan sampai terjadi apa-apa karena saat itu situasi mendesak. Namun demikian, Iskandar  berharap kepada media agar jangan persoalan penganiayaan dan dugaan penodongan pistol saja yang ditonjolkan. Pasalnya saat ini, masyarakat hanya melihat satu sisi yakni dugaan penganiayaan dan penodongan. Namun tindakan perobekan yang merupakan penghinaan terhadap Bupati Bima  tak dilihat. Tentunya, siapapun seorang bawahan termasuk Satpol PP akan bertindak ketika pimpinannya dalam hal ini Bupati Bima mendapat hinaan seperti itu.

Sementara itu,  Kapolres Bima AKBP Kumbul KS SIK yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Menurutnya, setelah diterima laporan tersebut langsung diproses. Hingga kemarin, tercatat sudah tujuh saksi yang telah dimintai keterangan. Guna memperkuat alat bukti, pihaknya juga meminta visum. “Kita akan proses sesuai aturan yang berlaku,” jawab Kumbul via SMS. Sementara untuk masalah dugaan penodongan pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait kebenarannya.(use)

@Copyright Suara NTB