Mataram (Suara NTB) –
Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK telah siap untuk digelar, Senin (16/4) hari ini. Kendati baru dimulai hari ini, kunci jawaban palsu mulai marak beredar di kalangan siswa melalui pesan singkat (SMS).
B salah seorang siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMA di Mataram ini mengaku telah mendapatkan kunci jawaban sejak H-2 ( dua hari sebelum) pelaksanaan UN. Menurut pengakuannya, ia dijanjikan mendapatkan kunci jawaban dengan menyetor sejumlah uang untuk membeli kunci jawaban UN.
B dijanjikan mendapatkan kunci jawaban dalam beberapa versi sesuai dengan kode paket. Yaitu kunci jawaban versi 1, versi 2, versi 3. Namun menurutnya kunci jawaban itu akan datang bergiliran dan pada jam yang berbeda-beda.
“Versi 1 sudah datang, nanti versi 2 keluar jam 9, versi 3 jam 2 malam keluarnya. Yang versi 3 dapat dari Surabaya, lumayan Rp 4 juta kita keluarkan dengan cara iuran Rp 50 ribu per orang,” terangnya kepada Suara NTB Minggu (15/4) kemarin. Bahkan menurutnya, ada kunci jawaban yang akan keluar di tengah-tengah berlangsungnya UN.
Menurutnya Rp 4 juta untuk membeli kunci jawaban UN tersebut termasuk kecil, jika dibanding SMA lain yang konon membeli kunci jawaban hingga seharga Rp 10 juta. “Ada di SMA lain harganya sampai 10 juta, tapi dijamin 100% betul semua,” terangnya.
Menurut B, selain didapatkan dari Surabaya, kunci jawaban itui juga diperoleh dari NTB. Terutama di beberapa titik tertentu di Kota Mataram, seperti di kawasan Udayana, depan Museum NTB dan depan Taman Budaya. Yang lebih mencengangkan, menurutnya ini sudah bukan rahasia umum karena sudah menjadi tradisi pelaksanaan UN selama beberapa tahun.
Jika tahun-tahun sebelumnya kunci jawaban tersebar melalui SMS, model kunci saat ini sedikit berbeda.Oknum tak bertanggung jawab tersebut saat ini jual beli kunci jawaban dengan modus baru yaitu mengunakan foto. Menurut B, foto tersebut berisi lembar kertas yang berisi kunci jawaban dengan kode soal yang sudah tertera.
Dengan semakin marak beredarnya kunci jawaban ini, peserta pun tampaknya semakin kritis memilih.Maka jika ada kunci jawaban yang hanya sekedar SMS mereka tak akan mudah mempercayainya, kecuali jika ada soal dan tampak meyakinkan.
Sementara itu Kepala Dinas Dikpora NTB Drs.H. L. Syafi’i, MM mengaku telah memperoleh laporan terkait kunci jawaban yang sudah mulai beredar di kalangan siswa ini.
“Saya sudah mendapat laporan dari anak-anak, sidah mulai masuk kunci jawaban tak bertanggungjawab,” terang Syafi’i kepada Suara NTB dihubungi via HP Minggu (15/4) kemarin.
Padahal pihaknya berharap kunci jawaban yang marak beredar seperti di tahun-tahun sebelumnya bisa berkurang. Namun tampaknya hal tersebut tak bisa terbendung karena belum pelaksanaan saja telah ada laporan siswa yang mendapatkan kunci jawaban palsu. Bahkan dengan modus yang lebih kreatif, dengan menggunakan foto melalui MMS.
Namun meski demikian pihaknya tetap menyampaikan baik ke kepala sekolah maupun pembina dan seluruh pengawas yang ada di NTB, untuk menyampaikan kepada peserta agar jangan sekali-kali percaya dengan kunci jawaban palsu yang kerap beredar saat UN seperti sekarang ini.
“Kita terus ingatkan kepada anak-anak bahwa itu pasti tidak benar. Jangan sekali-kali percaya dengan kunci jawaban tersebut hingga akhir pelaksanaan UN selesai. Jangan sampai percaya sebab itu pasti tidak benar” pungkasnya. (nia)