suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Polda NTB Cek Ulang Fisik Terminal Haji BIL
 

updated: Sabtu 03/03/2012

LENGANG : Kondisi proyek terminal haji BIL tampak lengang. Tidak tampak ada aktivitas berarti di proyek tersebut. Proyek senilai Rp 7 miliar itu kini tengah diselidiki jajaran Polres Loteng dan Polda NTB, karena diduga sarat penyimpangan. Proyek tersebut sebenarnya harus selesai akhir Oktober 2011 lalu. Tapi sampai kini, proyek ternyata belum tuntas sepenuhnya. (Suara NTB/kir)

 



Mataram (Suara NTB)
Polda NTB memastikan rencana mengecek kembali fisik Terminal Haji Bandara Internasional Lombok (BIL). Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kekurangan spesifikasi bangunan, sebagai bahan penghitungan kerugian negara.

Diakui Direskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Drs Triyono Basuki Pujono,M.Si, pemeriksaan fisik sudh dilakukan bersama tim. Namun pemeriksaan itu masih sifatnya mendasar, karena belum ke arah detail kekurangan atau penyimpangan spesifikasi gedung. ‘’Untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak, tentu kita harus cek fisik ulang lebih detail,’’ kata Triyono ditemui di Lapangan Gajahmada Polda NTB, kemarin.

Namun Triyono enggan memastikan soal kapan pemeriksaan dilakukan, dengan alasan untuk memuluskan penelusuran kasus yang diproses berdasarkan laporan salah satu LSM Lombok Tengah itu. Bisa saja pihaknya akan periksa di tahap penyelidikan, atau pada tahap penyidikan jika sudah memenuhi syarat status pemeriksaannya dinaikkan.

Disisi lain, mantan Kapolres Mataram ini mengaku kasus tersebut masih fokus ditangani oleh Sat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng). Baru - baru ini dilakukan gelar perkara untuk menentukan pergantian penyidik, karena personel sebelumnya sudah dimutasi. Sejauh ini pun, pihaknya belum mengintervensi penyelidikan yang berlangsung karena Polres Loteng masih dianggap mampu. Kecuali, pada saatnya nanti dibutuhkan tim ahli untuk mengaudit kerugian negara. "Baru kami bisa masuk," tandasnya.

Terkait laporan yang masuk dari masyrakat soal kasus terminal haji/TKI  BIL itu, Triyono mengklarifikasi bahwa ada tiga laporan masuk dengan konten yang sama. Dua diantaranya dari LSM Amor dan Agus Firad, Namun pihaknya memilih untuk memproses laporan LSM Amor yang masuk ke Polres Loteng. ‘’Isinya sama kok antara tiga laporan ini. Sehingga kami ambil satu laporan saja," pungkasnya.(ars)

@Copyright Suara NTB