suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
HALAMAN 6
 
updated: Rabu 25/01/2012
  • Belajar dari ‘‘Wisdom’’ Bhineka Tunggal Ika dalam Menghadapi Konflik
    Oleh: Retno Sirnopati, S. Fil.I, M. Hum
    (Dosen pada IAI Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah)
    Menengok Kearifan Kuno......
    Ketika Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih pengganti Arya Tadah di Kerajaan Majapahit, dia bersumpah yang sampai saat ini terkenal dengan Sumpah Palapa. Gajah Mada dalam sumpahnya mengatakan untuk menjauhi Hamukti Wiwaha (tidak akan bersenang-senang dan tidak akan beristirahat) sebelum bersatunya Nusantara. Agar cita-cita besar tersebut terwujud menurut Gajah Mada harus diraih melalui dua hal, yaitu satu dan bersatu. Kata-kata Gajah Mada tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Mpu Prapanca dalam karangnya  Sutasoma yang saat ini menjadi simbol pegangan Bangsa Indonesia yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Selanjutnya

  • Kelola dengan Jujur
    DI berbagai daerah di Indonesia, parkir di tepi jalan umum menjadi primadona. Retribusi parkir di tepi jalan umum ini, sangat menjanjikan. Retribusi parkir di tepi jalan umum ini kerap menjadi penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) terbesar. Ini bisa terwujud jika parkir di tepi jalan umum tersebut dikelola dengan jujur. Sebaliknya, jika dikelola oleh pihak yang tidak profesional, setiap diberi target, kerap tidak tercapai. Selanjutnya

©Copyright Suara NTB