suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Pembenahan Objek Wisata Salah Sasaran
 
updated: Rabu 25/01/2012

Mataram (Suara NTB) –
Fasilitas yang tersedia di sejumlah objek wisata andalan Kota Mataram tampaknya masih membutuhkan pembenahan. Sayangnya, fasilitas yang dibangun oleh Pemkot Mataram justru berbeda dengan kebutuhan yang diperlukan di objek – objek tersebut.

Demikian gambaran yang diperoleh dari penelusuran Suara NTB di dua objek wisata andalan Kota Mataram, Taman Mapak dan Taman Mayura.

Penelusuran Suara NTB, beberapa fasilitas pendukung di Taman Mapak, di kelurahan Tanjung Karang, Sekarbela telah tersedia seperti toilet dan berugak. Juga bangku-bangku taman. Sayangnya, toilet yang baru beberapa waktu lalu telah rampung dibangun belum bisa berfungsi.

Pihak pengelola Taman Loang Baloq menyampaikan bahwa fasilitas penerangan di tempat tersebut masih menggunakan lampu sorot. Fasilitas toilet yang tersedia juga belum bisa difungsikan karena tidak ada air.

Sayangnya, rencana penataan yang dilakukan Pemkot Mataram tampaknya justru berlainan dengan kebutuhan di objek wisata tersebut. Alih – alih membenahi fasilitas dasar yang masih belum berfungsi, Pemkot malah mengambil langkah yang berlainan.

Kepala Disbudpar Kota Mataram Ida Bagus Jayanta kepada Suara NTB di kantornya, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Taman Mapak yang ada di depan makam Loang Baloq akan dilakukan penataan landscape-nya sehingga kelihatan lebih indah. Selain itu juga akan dibangun panggung terbuka.

Untungnya, persoalan serupa tidak ditemui di Taman Mayura. Di taman bersejarah ini, Pemkot Mataram membangun panggung pagelaran terbuka dan dua unit fasilitas MCK (toilet).

Lurah Mayura I Made Purwa Adyana yang ditemui di kantornya yang satu kompleks dengan Taman Mayura mengatakan pembangunan fasilitas pendukung destinasi tersebut telah rampung. Tinggal memperbaiki dan melengkapi beberapa hal yang kurang.

”Selanjutnya tinggal menunggu proses serah terima dari pemerintah atau dinas terkait kepada pengelola atau krama pura Taman Mayura,” ujarnya. Sebelumnya fasilitas MCK di Taman Mayura hanya satu unit. Saat ini ditambah 2 unit sehingga menjadi 3 unit.

Sementara pembangunan panggung pagelaran dimulai sejak bulan Oktober tahun 2011 lalu. ”Semua sudah selesai akhir tahun kemarin,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung Taman Mayura, Sahrudin menyarankan agar tempat duduk atau semacam gazebo (berugak) di taman tersebut ditambah. ”Berugaknya masih kurang untuk tempat orang duduk-duduk. Kalau banyak berugak tempat orang duduk-duduk mungkin pengunjung akan semakin banyak,” ujarnya.

Pria asal Banyumulek Lombok Barat ini juga mengatakan kebersihan dan kerapian juga harus terus dijaga. ”Kalau bisa rumput-rumput yang sudah panjang itu dipotong. Agar terlihat rapi,” sarannya sambil menunjuk beberapa titik yang rumputnya telah memanjang.

Sedangkan pengunjung lainnya Abdul Salam yang kerap mancing di kolam Taman Mayura mengatakan sejauh ini fasilitas di Taman Mayura sudah cukup bagus dengan adanya beberapa pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet dan panggung pagelaran.

Senada dengan Sahrudin, pria asli Bima ini juga menyarankan agar rumput yang telah memanjang dipotong agar terlihat rapi dan teratur sehingga menampakkan kesan bersih. ”Kalau bisa diadakan acara-acara disini agar tambah ramai,” sarannya. (yan)

@Copyright Suara NTB