suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Polisi Diisukan Lakukan Penangkapan
Lambu Kembali Diblokir
 

updated: Sabtu 14/01/2012

BLOKIR : Warga Lambu Kamis kemarin, kembali memblokir jalan menyusul adanya informasi polisi akan melakukan penangkapan terhadap wara yang diduga tersangkut insiden di Pelabuhan sape. (Suara NTB/use)






Bima (Suara NTB)
Setelah sempat lancar dan normal, akses jalan di Kecamatan Lambu kembali diblokade. Pemblokadean ini dilakukan warga menyusul adanya isu aparat Kepolisian akan masuk ke Kecamatan Lambu guna melakukan penangkapan terhadap warga terkait pemblokiran Pelabuhan Sape beberapa waktu lalu. Sementara itu, hingga kini aktivitas pelayanan di Kecamatan tersebut masih lumpuh terkecuali, sekolah, Puskesmas dan Polindes.
 
Sama seperti sebelumnya, ruas jalan yang diblokade oleh warga ini mulai dari Perbatasan dengan Sape yakni Desa Soro dan Melayu hingga di Desa Lanta. Jalan-jalan tersebut diblokade dengan menggunakan sejumlah material mulai dari batu gunung, tiang listrik, bale-bale, pohon hingga bambu. Praktis akibat pemblokadean ini, kendaraan tertentu seperti mobil, benhur (transportasi tradisional Bima) tidak bisa melintas. Yang bisa hanya sepeda motor, itu pun harus mencari celah.
 
Bn salah seorang warga Rato yang ditemui menuturkan aksi pemblokadean ini dilakukan sejak pagi kemarin. Menurutnya, pemblokadean untuk yang kedua kalinya sejak peristiwa Pelabuhan Sape beberapa waktu lalu tersebut dilakukan menyusul adanya informasi aparat Kepolisian akan masuk melakukan penangkapan terhadap sejumlah warga. Jika Kepolisian benar masuk sesuai dengan informasi tersebut, pihaknya akan menempuh tindakan lain yakni memutuskan akses jembatan sehingga aparat tak bisa melintas. “Kalau polisi masuk, kita mau putuskan jembatan,” tandasnya.   
 
Menurutnya, aksi pemblokadean ini akan dilakukan hingga aparat tidak lagi melakukan penangkapan sesuai dengan janjinya.  
 
Sementara itu, aktivitas pelayanan publik dan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Sape, hingga kemarin masih lumpuh total. Selain itu, masih banyak dari PNS yang sebelumnya mengungsi belum kembali ke kecamatan setempat.
 
Iwan, salah seorang warga Kecamatan Lambu yang ditemui, Jumat (12/1) siang, menuturkan jika seluruh aktivitas Pemerintahan di Kecamatan tersebut masih lumpuh kecuali di Desa Nggelu dan Rato. Seluruh aktivitas perkantoran tersebut Mulai dari KUA, UPTD Dikpora, UPTD Pertanian dan lainnya. ‘’Kalau di desa yang lain juga  dua desa tersebut, sekolah, puskesmas dan polindes saja yang aktif,’’ terangnya.
 
Sementara salah seorang pegawai dinas kesehatan yang tak ingin disebutkan namannya juga mengungkapkan hal yang sama. Karena aktivitas perkantoran masih lumpuh ia pun tak bisa masuk kerja. Namun demikian, meski perkantoran belum berjalan normal, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan berkeliling memberikan pelayanan jika terdapat warga yang sakit. (use)

@Copyright Suara NTB