suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Syukur Tak Dianggarkan
 
updated: Senin 22/08/2011

ISU adanya “tangan” Nazaruddin ikut mengobok-obok anggaran proyek Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Mataram (Unram), bukan satu – satunya. Sejak awal, hingga kini masih banyak yang berkepentingan dan ingin  masalah pada proyek tersebut dibongkar.

Diceritakan Rektor Unram, Prof. Dr. Sunarpi, sejak mengambilalih proyek itu (RSP Unram), teror beragam bentuk diterimanya. Mulai dari proses tender tahap dua yang
mengundang kontroversi, khususnya dari rekanan yang kalah. Ada yang menyampaikan sanggahan, tapi ada yang melayangkan gugatan perdata. Meskin pun akhirnya menang, tapi itu dianggapnya cukup menguras energi.

Energinya juga terkuras untuk menjawab ancaman oknum LSM, bahkan media yang berupaya menguak indikasi penyimpangan pada proyek itu. Pada dasarnya Sunarpi mengaku tidak ada persoalan, karena menjadi hak mereka. Akan tetapi  Rektor balik mempertanyakan bukti – bukti penyimpangan dimaksud. Selama ini yang dilihatnya hanya asumsi.

Diakuinya, gempuran berbagai masalah itu tidak lepas dari upaya pihaknya berusaha “meluruskan” pelaksanaan proyek RSP itu sesuai ketentuan. Sehingga indikasi mengarah pada pihak – pihak yang tidak puas.  Sunarpi bahkan sempat berpikir untuk melepas tanggungjawab dari proyek itu, akan tetapi kewajibannya sebagai penanggungjawab tidak bisa dihindari. ‘’Karena ini proyek pusat, saya sempat minta kepada Dirjen Pendidikan, agar saya hanya fokus saja urus pendidikan,” kata Sunarpi, namun tentu saja permintaanya itu ditolak.

Berbagai risiko mulai bermunculan. Termasuk “hilangnya” anggaran Rp 80 miliar yang seharusnya turun untuk tahap ke tiga di RSP Unram.  Belakangan anggaran itu dialihkan ke RSP Universitas Sumatera Utara (USU), diduga bagian dari  skenario kebijakan anggaran di pusat.  “Saya terus terang sedih, tahun ini tidak dapat anggaran,” akunya.

Tapi itu tidak membuat pihaknya patah arang. Justru disyukurinya, dengan tidak teralokasikannya anggaran itu membawa hikmah bagi pihaknya. Sebab jika sebelumnya anggaran itu jatuh ke Unram, maka praktis akan dikait – kaitkan dengan perbuatan Nazaruddin.

Namun tentu saja pihaknya tidak akan berhenti sampai disana. Proyek harus berlanjut. Meski anggarannya gagal diterima,namun akan diusulkan kembali ke APBN Perubahan.(ars)

@Copyright Suara NTB