suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Kawasan Eksotik Dunia
 
updated: Senin 22/08/2011

TGH.M.Zainul Majdi (Suara NTB/her)









SEBAGAI daerah wisata yang telah dikenal masyarakat internasional, kawasan wisata tiga gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air bukan hanya andalan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi juga andalan NTB bahkan Indonesia.

Masuknya kawasan ini dalam 10 besar kawasan wisata paling eksotik di dunia, mejadi tangung jawab bersama untuk menjaganya. Untuk itu, khusus kawasan tiga gili ini perlu mendapatkan perhatian yang ekstra dari Pemerintah KLU. Pemkab setempat harus menjamin ketersedaiaan fasilitas dasar di kawasan itu, guna menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

“Karena karakteristik daerah ini berbeda dengan daerah lainnya. Maka perlu perlakukan dan perhatian secara khusus dari Pemkab setempat,”kata Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi, MA di Trawangan Sabtu (20/8). Tiga gili yang tergabung dalam desa Gili Indah merupakan aset bersama yang memerlukan perhatian dari seluruh pihak. Keindahan yang dimiliki kawasan ini tidak seperti daerah dan negara lain, yang cenderung kebanyakan dibuat-buat.

Gubernur menyebutkan, beberapa aspek yang masih dinilai kurang dan perlu pembenahan pemerintah setempat yaitu belum memadainya infrastruktur jalan di kawasan itu. Jalan lingkar (ring road) di pulau tersebut masih perlu dibenahi, karena masih banyak yang berlubang dan bisa mengganggu kenyamanan para wisatawan. Dalam kesempatan itu, Gubernur langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTB untuk mensupervisi dan membantu Pemkab setempat dalam pembenahan jalan lingkar tersebut.

Selain itu, manajemen pengelolaan sampah yang masih perlu pembenahan. Hal ini dapat dilihat dari  banyaknya sampah dikawasan ini, terkait itu perlu penyadaran kepada masyarakat setempat. Jangan sampai katanya, karena persoalan sampah ini menjadi hambatan bagi para wisatwan yang datang jauh-jauh menghabiskan biaya besar dan butuh kenyamanan serta keindahan baik dari sisi infrastruktur dan kebersihan. “Karena itu, hal ini menjadi tanggung jawab bersama,”ujarnya.

Selain diperlakukan secara khusus dari sisi ketersediaan infrastruktur dasar, Gubernur juga meminta agar pihak Kepolisian yang berada di kawasan itu setelah terbentuknya Posko Subsektor Gili Trawangan menerapkan pola dan pendekatan secara khusus. Karena karateristik daerah gili berbeda dengan daerah lain, maka perlu pendekatan dan pola komunikasi khusus melalui pola kemitraan dengan masyarakat setempat. Lebih-lebih kepada para tamu.

Karena sedikit gesekan yang terjadi di kawasan itu, akan cepat menyebar ke berbagai penjuru. “Karena itu saya mendukung upaya pengamanan secara swadaya di daerah ini,’’ ucap Gubernur sembari mengapreasiasi upaya masyarakat setempat. (her)

©Copyright Suara NTB