Samsul Ma’arif (Suara NTB/ars)
BENCANA, meskipun sulit dihindari, namun setidaknya bisa disiasati untuk meminimalisir korban. Mengedepankan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal diyakini sebagai salah satu strategi itu.
Yang dimaksud Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), H. Mayjen TNI (Purn) Samsul Ma’arif, M. Si adalah melibatkan akademisi atau intelektual kampus untuk menciptakan alat – alat baru. “Sebab perlu ada alat – alat penanggulangan bencana yang baru dari hasil pemikiran kampus – kampus atau local genius,” kata Samsul Ma’arif saat berkunjung ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sabtu (22/5) lalu.
Memunculkan local genius, menurut purnawirawan TNI Angkatan Darat ini, perlu ada inisiatif dari BPBD di daerah masing – masing, termasuk di NTB. Sebagaimana pola yang sama pernah diciptakan di beberapa daerah di lain. “Salah satu contoh paling sederhana, untuk mengganti speed boat yang masih terbatas, bisa diciptakan rakit dari bambu dilengkapi pelampung dari drum. Atau yang sudah pernah diciptakan, alat navigasi sederhana,” bebernya.
Menurutnya, selain menghemat anggaran yang masih terbatas untuk kelengkapan alat penanggulangan bencana, juga SDM lokal yang bisa dimaksimalkan. “Karena potensi – potensi itu harus bisa dimanfaatkan. Merka (akademisi, red) punya ilmu yang bisa diajak untuk berkreasi dan menciptakan inovasi baru,” harapnya. Setidaknya dengan banyaknya muncul kreasi baru, bisa mengimbangi penanggulangan bencana yang semakin sering terjadi, di tengah keterbatasan alat.
Samsul juga sempat menyampaikan kepastian Mataram sebagai pusat penanggulangan bencana regional untuk NTB dan NTT. Secara infrastruktur, menurutnya, NTB cukup layak, salah satu pendukungnya adalah keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL), serta keberadaan pelabuhan di wilayah timur NTB. Pihaknya masih mengupayakan pencairan anggaran relatif sangat besar untuk persiapan Mataram sebagai pusat pengendalian penanggulangan bencana dimaksud. (ars)
|