suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Tak Mesti Pimpin Ponpes
 
updated: Selasa 03/08/10

Subagyo (Suara NTB/ula)

 

 



ALUMNI pondok pesantren (Ponpes) tidak harus memimpin Ponpes atau bekerja di lingkup pondok, tetapi alumni satri juga bisa menjadi pejabat dan menjadi polisi. Dalam rekrutmen polisi saat ini tidak dipungut biaya.

Hal itu disampaikan Waka Polda NTB, Kombes Pol Drs. Subagyo dalam acara Silaturrahminya di Pondok Pesantren Al Kautsar Ranggo Kecamatan Pajo, Senin (2/8) kemarin. Dikatakan Subagyo, jika lulusan bukan pendidikan agama bisa dan berhasil memimpin popes, maka kedepan juga harus diubah citranya bahwa lulusan pesantren tidak harus memimpin ponpes atau bekerja di ponpes. ‘’Tapi bisa menjadi pejabat dan anggota polisi,’’ katanya.

Untuk menjadi anggota polisi, lanjutnya, satri harus bisa menyiapkan diri sedini mungkin. Karena selain harus pintar, untuk menjadi polisi harus didukung oleh kesehatan tubuh yang baik. “Dari sekarang harus bisa dipersiapkan,” katanya.

Subagyo juga mengatakan, rekrutmen anggota polisi saat ini dilakukan secara gratis. Jika tidak memenuhi syarat langsung dinyatakan tidak lulus. Karena rekrutmen anggota polisi melibatkan berbagai elemen di luar polisi seperti IDI dan Ikatan Psikolog Indonesia. “Hasil tes langsung diumumkan, sehingga tidak ada peluang siapapun bermain dalam rekrutmen anggota polisi,’’ ungkapnya.

Subagyo berharap, para santri tidak hanya dibekali ilmu agama saja selama dididik dan di bina di pondok, tetapi juga harus dibina dan dididik keterampilan serta wira usaha di sela-sela mendalami ilmu agama. ‘’Dengan adanya kemandirian santri, maka pontensi yang dimiliki pondok bisa dioptimalkan untuk kemajuan pendidikan,’’ katanya. (ula)

©Copyright Suara NTB