Kota Bima (Suara NTB)
Jenazah Briptu Junaidi, Anggota Polri asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang
bertugas di Nabire, Papua, tiba Kamis (22/07) malam sekitar pukul 21.00 WITA di
Pelabuhan Bima. Junaidi diduga korban salah tembak saat insiden demonstrasi di
Nabire.
Jenazah tiba di pelabuhan diangkut menggunakan KM Tilongkabila. Saat
diturunkan dari kapal, jenazah hanya dibugkus kardus, disambut tangis
keluarga yang menjemput. Sejumlah anggota Polresta Bima juga ikut membantu
evakuasi jenazah. Malam itu juga, jenazah dibawa keluarga ke kampung halaman, Desa
Sangiang, Kecamatan Sape.
Menurut kakak korban, Faharudin, keluarganya mendapat cerita tragis penyebab
meninggalnya Junaidin. Saat demo 7 Juli lalu, sejumlah anggota polisi
berusaha menghalau pengunjukrasa. Massa yang anarkis, memaksa salah seorang
polisi mengeluarkan tembakan. Tragisnya, peluru malah menyasar ke tubuh
Junaidin. “Adik saya sempat koma selama di Nabire,” cerita Faharudin.
Keluarga menduga, selama di Nabire korban tidak diurus. Bahkan peluru masih bersarang ditubuhnya. Mendapat informasi menyedihkan itu, pihak keluarga pun membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun karena terlambat ditangani, akhirnya korban meninggal 20 Juli lalu.
Dari kabar memilukan itu, akihirnya korban dipulangkan dalam keadaan tidak
bernyawa dan tiba Kamis malam lalu. “Kami benar-benar menyesalkan, kenapa
keluarga kami harus ditelantarkan seperti itu,’’ ujar Faharudin lirih. Jika
sempat ditangani, dia memperkirakan nyawa adiknya bisa diselamatkan. “Tapi
memang ini takdir, kami ikhlas menerimanya,” ujarnya pasrah. Setelah dijemput
keluarga, rencananya jenazah akan diambil alih pihak Polresta Bima untuk
dimakamkan.
Kapolresta Bima, AKBP Tjatur Abrianto, SIK memastikan pihaknya akan menangani
prosesi pemakaman. Sedangkan persoalan penyebab kematian korban, tidak menjadi
urusannya. “Kami hanya urus pemakaman, soal yang lain-lain, saya tidak punya
kewenangan,” tandasnya. (ris)