suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Anggota Polri Tewas, Diduga Salah Tembak
 
updated: Kamis 24/07/10

Kota Bima (Suara NTB)
Jenazah Briptu Junaidi, Anggota Polri asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang bertugas di Nabire, Papua, tiba Kamis (22/07) malam sekitar pukul 21.00 WITA di Pelabuhan Bima. Junaidi diduga korban salah tembak saat insiden demonstrasi di Nabire.   

Jenazah tiba di pelabuhan diangkut menggunakan KM Tilongkabila. Saat diturunkan dari kapal, jenazah hanya dibugkus kardus, disambut tangis keluarga yang menjemput. Sejumlah anggota Polresta Bima juga ikut membantu evakuasi jenazah. Malam itu juga, jenazah dibawa keluarga ke kampung halaman, Desa Sangiang, Kecamatan Sape.

Menurut kakak korban, Faharudin, keluarganya mendapat cerita tragis penyebab meninggalnya Junaidin. Saat demo 7 Juli lalu, sejumlah anggota polisi berusaha menghalau pengunjukrasa. Massa yang  anarkis, memaksa salah seorang polisi mengeluarkan tembakan. Tragisnya, peluru malah menyasar ke tubuh Junaidin. “Adik saya sempat koma selama di Nabire,” cerita Faharudin.

Keluarga menduga, selama di Nabire korban tidak diurus. Bahkan peluru masih bersarang ditubuhnya. Mendapat informasi menyedihkan itu, pihak keluarga pun membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun karena terlambat ditangani, akhirnya korban meninggal 20 Juli lalu.

Dari kabar memilukan itu, akihirnya korban dipulangkan dalam keadaan tidak bernyawa dan tiba Kamis malam lalu. “Kami benar-benar menyesalkan, kenapa keluarga kami harus ditelantarkan seperti itu,’’ ujar Faharudin lirih. Jika sempat ditangani, dia memperkirakan nyawa adiknya bisa diselamatkan. “Tapi memang ini takdir, kami ikhlas menerimanya,” ujarnya pasrah. Setelah dijemput keluarga, rencananya jenazah akan diambil alih pihak Polresta Bima untuk dimakamkan.

Kapolresta Bima, AKBP Tjatur Abrianto, SIK memastikan pihaknya akan menangani prosesi pemakaman. Sedangkan persoalan penyebab kematian korban, tidak menjadi urusannya. “Kami hanya urus pemakaman, soal yang lain-lain, saya tidak punya kewenangan,” tandasnya. (ris)

@Copyright Suara NTB