Arief Wachyunadi (Suara NTB/dok)
KAPOLDA NTB, Brigjen Pol.Drs Arief Wachyunadi mengingatkan masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) agar jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan. Sebab, banyak provokasi yang mengatasnamakan masyarakat NTB padahal itu hanya untuk kepentingan pribadi.
Hal itu disampaikan Kapolda dalam acara silaturrahmi di Pondok Peseantren (Ponpes) Assyafi’yah Menggala, Desa Pemenang Barat (Pabar), Kecamatan Pemenang, KLU, Jumat (23/7) kemarin. Dalam kunjungan itu, Kapolda disertai sejumlah pejabat Polda NTB, Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Drs Agus Suprianto, Pelaksana Harian Polres Persiapan KLU, Kompol Jumarlan dan Kapolsek Pemenang Ipda I.Nyoman Sabar.
Menghadapi isu yang menyesatkan itu, kata Kapolda, masyarakat harus memiliki daya tangkal dan daya cegah agar tak mudah termakan informasi yang tak jelas kebenarannya. Ia melihat upaya itu sudah dilakukan masyarakat KLU sehingga tak ada kerusuhan di daerah ini.
Ia menilai, polisi adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Karena itu polisi harus dekat dan dikenal oleh masyarakat. Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada Ponpes Assyafi’yah yang juga ikut terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya.
Saat bersilaturrahmi di Pondok Al-Hikmah Pemenang, Kapolda menyatakan polisi sudah melakukan reformasi secara terbuka. Segala sesuatu dilakukan secara transparan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat. Dengan saling mengenal antara polisi dan masyarakat akan tumbuh kerja sama yang baik.
Kunjungan ini merupakan program rutin Polda NTB dan jajarannya untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat yang di laksanakan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. (sam)