Praya (Suara NTB)
Dari tiga kabupaten yang bakal menggelar Pilkada putaran kedua, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memang yang paling banyak dirundung persoalan. Ironisnya, persoalan yang dihadapi kebanyaknya fator-faktor eksternal. Seperti belum cairnya anggaran dari Pemkab Loteng. Hingga yang paling anyar, ditariknya beberapa pejabat penting dilingkup Sekretariatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng oleh pemerintah daerah setempat yang dilakukan secara mendadak tanpa alasan yang jelas.
Menurut pengamat politik Loteng, HM. Ikrom, beberapa persoalan yang muncul tersebut mengindikasikan ada upaya-upaya terselubung untuk menggemboskan kinerja KPU Loteng dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkada Loteng putaran kedua.
“Kita melihat ada upaya kearah sana (penggembosan,red),” aku Ikrom, saat dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, Kamis (22/7 kemarin. Dikatakannya, upaya penggembosan ini dilakukan bertujuan untuk memperlemah kinerja KPU Loteng. Sehingga pada akhirnya proses pelaksanakan Pilkada putaran kedua menjadi terganggu. Hal ini dilakukan oleh pihak-pihak yang memang tidak ingin melihat proses demokrasi berjalan dengan baik di Loteng.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Bumi Tatas Tuhu Trasne ini agar berpikir positif dalam melihat pelaksanaan Pilkada Loteng kali ini. Masyarakat juga hendaknya mampu menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan di Loteng. Dengan lebih mengedepankan kepentingan bersama diatas kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan saja.
Dikatakannya, dalam menyikapi persoalan politik daerah, masyarakat Loteng dan para elite politik daerah hendaknya jangan mencekoki diri dengan pikiran-pikiran kerdil. Yang lebih mengedepankan egosentris dan nafsu sesaat saja. Tapi hendaknya lebih mengedepankan kebersamaan demi kemajuan daerah. “Yang terjadi saat ini justru, kepentingan-kepentingan kelompok begitu menonjol. Sementara kepentingan yang lebih luas justru dikesampingkan,” jelasnya.
Bahwa ternyata elite politik menurutnya, hanya siap untuk menang. Tetapi tidak siap untuk kalah. Padahal demokrasi mengajarkan untuk siap menang maupun kalah. Intinya sekarang, tegasnya, mari berpikir bagaimana caranya memajukan Loteng kedepan. Bukan kemudian berpikir sektoral dan kelompok saja. Apapun hasil Pilkada harusnya diterima dengan lapang dada oleh semua pihak. Karena Loteng saat ini sesungguhnya butuh pemikiran-pemikiran cerdas demi mewujudkan harapan sebagai daerah maju dan mampu mensejajarkan diri dengan daerah yang sudah lebih maju.
Urusan Atasan
Sementara itu, Asisten III Sekda Loteng, H. Nursiah, yang dikonfirmasi terkait alasan pencopotan tiga pejabat di Skretariat KPU Loteng, enggan memberi penjelasan. ‘’Kalau untuk masalah itu, saya no comment. Karena urusan pencopotan atau penarikan pejabat di Sekretariat KPU Loteng merupakan urusan atasan saya,” katanya.
Keterangan yang diperoleh Suara NTB, menyebutkan, ketiga pejabat lingkup Sekretariat KPU Loteng yang ditarik yakni, L. Abdul Wahid, SH., Sekreataris KPU Loteng kini ditarik ke Kantor BKD Loteng. Kemudian Drs. Gede Suantara, Kasubbag Teknis dipindahkan ke Bagian Admintrasi Pemerintahan Umum (APU) Setda Loteng dan Kasubbag Program dan Data, dimutasi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng. ‘’Kendati staf kami ditarik, kami tetap optimis bisa melaksanakan Pilkada Loteng putaran kedua,” ujar Koodintor Divisi Teknis Pelaksanaan Pemilu, M. Khuawailid, S.Ag.MH., kemarin. (kir)