suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Kebijakan Rugikan NTB
 
updated: Kamis 22/07/10

H.Rachmat Hidayat (Suara NTB/dok)


 



ANGGOTA DPR RI asal NTB, H. Rachmat Hidayat, SH, bersitegang dengan Menteri Pariwisata soal pengelolaan lahan eks LTDC yang saat ini sudah diserahkan kepada pihak Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Rachmat menjamin, Pemprov NTB mampu mengelola lahan tersebut sehingga tidak perlu diserahkan kepada pihak lain.

“Ternyata, beberapa waktu lalu, pengelolaan bekas tanah LTDC
itu hak kelolanya diserahkan kepada Bali Tourism. Ini kejanggalan yang
luar biasa,” ujar Rachmat saat berbicara melalui ponselnya, Rabu
(21/7) kemarin. Rachmat menilai, diserahkannya pengelolaan lahan pariwisata
NTB ke pihak lain adalah sebuah kebijakan politis yang bisa merugikan
daerah NTB.

Menurut Rachmat, saat ini pemerintah bersama pemerintah daerah di NTB
sudah bersusah payah membangun iklim investasi dan pariwisata yang
bisa memakmurkan masyarakat setempat. Upaya ini terlihat dari jerih
payah Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota untuk merampungkan
pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL). Rampungnya pembangunan
BIL sebenarnya bisa membawa manfaat yang besar bagi pariwisata NTB.
Namun, Rachmat sangat mengecam jika lahan di sekitar BIL diserahkan
kepada pihak lain.

"Saya sempat bersitegang dengan Menteri Pariwisata soal ini," ujarnya.

Menurut Rachmat, saat ini Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur
TGH. M. Zainul Majdi, MA sangat mampu mengelola lahan tersebut. Dengan
perkembangan di sektor pariwisata yang dialami oleh NTB saat ini,
Rachmat mengaku optimis Gubernur bisa mencari investor baru yang bisa
mengelola lahan eks LTDC tersebut. Karenanya, dengan disaksikan
Gubernur dan tokoh – tokoh asal NTB, Rachmat dalam kesempatan tersebut
meminta secara tegas kepada Menteri Pariwisata agar pengelolaan lahan
itu segera dikembalikan ke pemerintah setempat.

Protes tersebut dilancarkan Rachmat saat berbicara di sela kegiatan
Seminar Pesona Lombok Sumbawa di Jakarta, Rabu kemarin. Kegiatan itu
dibuka oleh Menteri Pariwisata. Hadir pula Gubernur NTB, serta anggota
DPR RI asal NTB, H. Harun al Rasyid.

Rachmat menilai, kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Dinas
Pariwisata NTB tersebut juga tidak efektif karena tidak menghadirkan
pelaku pariwisata dari luar negeri. “Di sana kita menampilkan kesenian
NTB, tapi yang menonton orang NTB sendiri. Ini kan tidak efektif,”
kecamnya. Seharusnya, ujar Rachmat, kegiatan semacam itu juga
melibatkan para buyers sehingga mereka mengenal keindahan atraksi
kesenian asal NTB. (aan)

©Copyright Suara NTB