Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB)-
Ketua KPU NTB Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si mengungkapkan, munculnya desakan dari sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang menginginkan pelaksanaan Pilkada putaram kedua ditunda, alasnnya tidak jelas. Jika dugaan kasus amoral salah satu calon kepala daerah dijadikan alasan, hal itu tidak masuk dalam syarat penundaan Pilkada menurut aturan.
Fauzan Khalid kepada Global FM Lombok via handphone Jumat (16/7) kemarin menjelaskan, kuatnya desakan dari masyarakat agar Pilkada putaran kedua diundurkan tidak akan berpengaruh apapun jika tidak sesuai dengan aturan. Menurutnya, ada tiga hal yang bisa menunda pelaksanaan Pilkada. Pertama, adanya keputusan hukum dari Mahkamah Konstitusi (MK), adanya bencana alam yang melanda daerah serta terjadinya kerusuhan massal yang tidak terkendali.
Fauzan yang saat ini masih mengikuti rapat koordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta menjelaskan, dugaan kasus amoral yang menimpa salah satu calon kepala daerah di Loteng adalah kasus pribadi serta tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Jika dalam keadaan tertentu serta dengan pertimbangan yang mengacu kepada hukum, Pilkada bisa dilakukan penundaan dengan rekomendasi dari Polri.
KPU NTB menanggapi biasa-biasa saja aksi demo yang sempat ricuh di Loteng guna menuntut penundaan Pilkada yang terjadi pada Kamis (15/07) lalu. Bahkan dukungan dari Bupati Loteng bersama dengan sejumlah pejabat, terkait usulan penundaan pelaksanaan Pilkada putaran kedua pada 19 Agustus mendatang tidak bisa mempengaruhi keputusan penyelenggara Pilkada.
Sementara itu, agar kondusivitas daerah tetap terjaga menjelang pelaksanaan Pilkada tahap dua di tiga kabuapten yakni di Loteng, Kabupaten Sumbawa dan Dompu, KPU bersama Polda NTB dan Polres masing-masing daerah sudah sepakat untuk mem-back up dengan kekuatan penuh. Pada saat rapat koordinasi di Jakarta Jumat (16/7) ini, petinggi Polri juga sudah berkomitment untuk mengamankan kegiatan Pilkada di seluruh daerah di Indonesia termasuk di tiga daerah di NTB yang melaju ke putaran kedua.(ris)
|