Mataram (Suara NTB) -
Hingga Kamis (15/7) kemarin, pihak pemerintah daerah masih belum memutuskan kepastian harga 7 persen saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang didivestasikan tahun 2010 ini. Pemerintah daerah, seperti disampaikan Direktur Utama PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto, SH, MM, masih melakukan penilaian di lapangan mengenai kepastian harga.
''Kita masih belum tahu berapa harga kepastian pembelian 7 persen saham PT. NNT. Masih ada penilaian di lapangan yang dilakukan pemerintah daerah,'' ungkapnya pada Suara NTB di Kantor Gubernur NTB, Kamis (15/7) kemarin.
Andy menegaskan, jika sudah ada hasil penilaian barulah pihak pemerintah menentukan masalah harga. Apalagi, katanya, penetapan masalah harga 7 persen saham ini ditentukan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Meski demikian, ungkapnya, pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin, agar 7 persen saham PTNNT ini bisa selesai bulan November mendatang. ''Kita upayakan tahun 2010 ini atau paling lambat bulan November pembelian 7 persen saham tahun 2010 ini bisa tuntas,'' janjinya.
Sebelumnya, pihak PTNNT memberi tawaran harga 7 persen saham tahun 2010 pada pemerintah seharga 444 juta dolar Amerika. Namun, pemerintah menganggap tawaran PTNNT tersebut terlalu mahal, sehingga dilakukan penilaian, baik di pusat dan daerah, sehingga kesepakatan dua belah pihak tentang harga bisa tercapai.
Untuk diketahui, pemerintah daerah, yakni Pemprov NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa melalui PT. DMB membentuk konsorsium dengan PT. Multi Capital. Dari kerjasama kedua belah pihak kemudian membentuk PT. Multi Daerah Bersaing untuk membeli saham PTNNT. Bahkan, sekarang ini daerah dan anak perusahaan Bumi Resources ini sudah memiliki 24 persen saham Tinggal pembelian 7 persen saham tahun 2010 yang masih dalam proses. (ham)