suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Kecewa Ditolak
 
updated: Kamis 15/07/10

Arif Wachyunadi (Suara NTB/dok)

 

 


Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Arif Wachyunadi terlihat kecewa atas adanya suara mengatasnamakan masyarakat yang menolak kehadiran polisi pariwisata di tiga gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air melalui media lokal beberapa hari terakhir. Menurutnya tak ada sejengkal tanah pun yang tidak boleh didatangi oleh aparat Kepolisian karena polisi menjalankan tugas sesuai dengan UU.

Demikian ditegaskan Kapolda saat ditemui usai pengumuman seleksi calon taruna-taruni Akpol 2010, Rabu (14/7). Kapolda tak menyebutkan secara langsung pihak yang mengatasnamakan masyarakat yang menolak kehadiran polisi pariwisata di objek wisata bertaraf internasional itu. Dikatakannya, penolakan atau suara-suara yang menyatakan belum perlunya kehadiran polisi di tiga gili tersebut harus diteliti terlebih dahulu. Apakah benar mengatasnamakan masyarakat atau menjaga kepentingan pribadi.

Polisi pariwisata, katanya, ditempatkan di tiga gili tersebut untuk menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan UU. Tak perlu menunggu indikasi adanya kejahatan penyeludupan narkoba, pengeboman ikan serta kejahatan lainnya baru polisi hadir. “Serta tak perlu adanya sosialisasi,” tegasnya. Polisi pariwisata akan terus ditempatkan di tiga gili tersebut meski ada suara-suara yang tak jelas.

Menurutnya semua daerah di NKRI sama perlakuannya. Tidak perlu ada daerah eksklusif atau daerah biasa. Oleh karenannya, Kapolda menegaskan, tak ada sejengkal tanah pun yang tak boleh didatangi polisi. Itulah sebabnya, mengapa banyak polisi yang dicetak untuk melakukan pengamanan di semua wilayah NKRI.(use)

©Copyright Suara NTB