suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Sanjung PAN
 
updated: Senin 12/07/10

TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/dok)

 

 

 

GUBERNUR NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, membantah adanya pembicaraan mengenai kepengurusan PAN yang melibatkan dirinya. Bantahan itu disampaikannya menyusul adanya klaim dari pengurus DPW PAN NTB soal kemungkinan Zainul Majdi akan ikut dalam bursa pemilihan Ketua DPW PAN NTB.

“Tidak ada pembicaraan apa – apa terkait kepengurusan PAN,” ujar
Zainul Majdi, saat dikonfirmasi Suara NTB melalui ponselnya, Minggu
(11/7) kemarin. Zainul Majdi menyanjung PAN sebagai sebuah partai reformis
yang memiliki sistem kepengurusan yang baik. Sistem tersebut,
menurutnya telah berkembang sedemikian rupa sehingga melahirkan banyak
kader yang bisa diandalkan untuk memimpin.

Meski menampik adanya pembicaraan yang melibatkan dirinya dalam bursa
pencalonan Ketua DPW PAN NTB, namun Zainul Majdi berharap tetap bisa
bersinergi dengan partai berlambang matahari itu. Karenanya, Gubernur
mendoakan agar PAN bisa tetap berkontribusi untuk pembangunan iklim
politik NTB yang membawa kesejahteraan kepada masyarakat.

Masuknya nama Gubernur Zainul Majdi dalam bursa pencalonan partai
politik bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, nama Zainul Majdi
juga sempat masuk bursa pencalonan di Partai Golkar. Bahkan, dalam
pidato politiknya sesaat sebelum Musda DPD Golkar NTB beberapa waktu
lalu, Ketua Umum Partai Golkar, Ir. H. Aburizal Bakrie, memberikan
sinyalemen kuat keinginan untuk melibatkan Zainul Majdi dalam
kepengurusan Golkar NTB.

Selain Golkar dan PAN, namanya juga dikabarkan masuk dalam bursa
pencalonan Partai Demokrat NTB. Zainul Majdi tak menampik bahwa
kedekatan dirinya dengan para petinggi parpol memang melahirkan banyak
persepsi.

Dalam berbagai kesempatan, Zainul Majdi mengaku kerap berdiskusi,
bersilaturahmi dan bersahabat dengan para elit parpol. Namun, semua
itu menurutnya dilakukan bukan dalam konteks penjajakan untuk masuk
dalam kepengurusan parpol, melainkan dalam konteks mencari masukan
untuk pembangunan NTB.

‘’Kalau di PAN, Pak Hatta Rajasa, adalah tokoh yang sangat saya
hormati. Dengan Demokrat, Golkar, apalagi PKS, semuanya adalah tokoh –
tokoh yang saya merasa terhormat berdiskusi dengan beliau semua.
Diskusi (dengan pimpinan parpol) sering, tapi bukan dalam rangka
kepartaian, tapi lebih mencari masukan untuk membangun NTB ke depan,’’
tandasnya. (aan)

©Copyright Suara NTB