suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Tempat Transit Narkoba
 
updated: Rabu 07/07/10

Arif Wachyunadi (Suara NTB/dok)



PENYITAAN 16 Kg ganja kering tak bertuan dari Cianjur Jawa Barat, beberapa hari lalu, menandakan NTB menjadi daerah pilihan transit untuk narkoba. Untuk mengantisipasi hal tersebut, aparat Kepolisian mewaspadai setiap pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan termasuk Pelabuhan Sape di ujung timur NTB.

Demikian diungkapkan Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Arif Wachyunadi saat ditemui usai sidak di Kantor Pelayanan Bersama Samsat Mataram, Selasa (6/7) kemarin. Dikatakannya, antisipasi tersebut dilakukan secara terus-menerus dengan mendeteksi tempat-tempat tersebut. Khusus untuk bandara, Bandara Sultan Salahudin di Kabupaten Bima juga dinilai rawan sebab bandara tersebut juga memiliki rute langsung dari Denpasar, Bali.

Terkait penyitaan 16 Kg ganja beberapa waktu lalu, menurutnya itu merupakan buah dari penyelidikan jajarannya. Pihaknya mencurigai adanya gerakan dari tempat dan orang dari luar NTB yang hendak mengirimkan barang dengan menggunakan jasa ekspedisi. Berdasarkan aturan yang ada, aparat Kepolisian memiliki kewenangan mencurigai setiap benda baik surat atau pun kiriman paket. “Ketika dicurigai kami melakukan pemeriksaan,” terangnya.

Alhasil pihaknya pun mendapati 16 Kg ganja tersebut yang untuk sementara merupakan pengungkapan terbesar yang dilakukan jajarannya dalam beberapa waktu terakhir. Dari hasil penyelidikan, pihaknya sudah mengetahui asal ganja tersebut. “Ini kiriman dari daerah Jawa Barat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda membantah jika paket tersebut lolos dari sinar-x saat melewati bandara. Menurutnya, setiap paket kiriman tidak melewati sinar-x. Di bandara pengamanan juga terus dilakukan aparat Polri bersama petugas pengamanan setempat. (use)

©Copyright Suara NTB