suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Tersandung Administrasi
 
updated: Senin 05/07/10

Hj. Siti Mariam (Suara NTB/dok)

 


KERJA keras tim pengusul Sultan Muhammad Salahuddin (1880-1950) menjadi Pahlawan Nasional, masih menuai tantangan. Tim harus melengkapi beberapa syarat administrasi untuk diajukan kembali ke Sekretariat Negara (Setneg).

Terungkap, dua masalah administrasi itu, nama Sultan belum dipatenkan pada
bangunan yang monumental.  Calon juga harus dilengkapi penghargaan dari
pemerintah pusat.

Menurut putri Sultan Salahudin, Hj. Siti Mariam, di tingkat daerah, proses
pengusulan tersebut berjalan lancar. Mulai dari rekomendasi bupati, dilanjutkan
rekomendasi Gubernur NTB ke Departemen Sosial RI. Bahkan menurut pemilik Yayasan
Samparaja ini, pengusulan tersebut telah mendapat dukungan dari semua elemen,
Ormas, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, LSM.

‘’Gubernur NTB sendiri begitu mendengar pengusulan ini, langsung mengapresiasi,’’ tandasnya Sabtu (3/7). Di tingkat pusat, bahan usulan Sultan Salahuddin yang naik tahta tahun 1915 tersebut lolos delapan besar dan masuk tiga besar bersama calon pahlawan nasional dari daerah lain.

Namun upaya bertahun-tahun itu masih terhalang administrasi. ‘’Tapi tahun ini,
kita akan bekerja keras bersama tim pengusul,” ujar Ketua Majelis Adat Tana
Mbojo ini optimis.

Untuk syarat penamaan pada bangunan besar, sebenarnya sudah lama. Nama Sultan Salahuddin sudah “diukir” pada Bandar Udara Bima. Akan tetapi, nama itu tidak komplit, karena hanya mencantumkan Muhammad Salahudin saja. Seharusnya lebih lengkap menjadi Sultan Muhammad Salahuddin

Kini syarat itu sudah terpenuhi dengan keluarnya SK Menteri Perhubungan, Nomor KP 100 Tahun 2010, tentang pemberian nama Sultan Muhammad Salahuddin untuk bandara di Kabupaten Bima.  Syarat lain yang sudah terpenuhi, penghargaan dari Presiden berupa bintang Mahaputra Adi Pradana yang diterima langsung Siti Maryam di Istana Presiden beberapa waktu lalu.

Syarat itu semakin lengkap dengan penghargaan lain dari pemerintahan Belanda, yakni sebagai Sultan Teladan dari Fokko Jan Neubeur. Dengan lengkapnya syarat itu, semakin memantapkan langkah pihaknya untuk mengusulkan kembali Sultan Salahuddin. Siti Maryam manambahkan, harapan keluarga kesultanan dukungan semua pihak dan doa masyarakat Bima atas perjuangan tersebut. (ris)

©Copyright Suara NTB