suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Terpeleset Masuk Jurang
Warga Italia Tewas di Gunung Rinjani
 
updated: Rabu 30/06/10

Mataram (Suara NTB)
Seorang warga Italia,  Frederica Frovora (27), tewas saat melakukan pendakian bersama kekasihnya Guilleummo Antoniolo di Gunung Rinjani, Senin (29/6) sore lalu. Korban tewas setelah terpeleset menginjak batu ketika ia hendak turun dari pendakian bersama rombongannya di kilometer 8,3 dari start pendakian atau hampir mencapai Plawangan.

Jenazah wanita ini kemudian dievakuasi rombongannya menuju Puskesmas Bayan, Lombok Utara. Setelah sempat diperiksa, jenazah korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Mataram. Namun tak berapa lama dititip dalam kamar jenazah, jenazah Frederica diangkut ambulans milik Antar Bangsa, biro jasa yang mengurusinya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari seorang porter, Syaiful (23) warga Lombok Utara, musibah tersebut terjadi ketika rombongannya hendak turun setelah memulai pendakian Minggu (27/6) pagi. Saat hendak turun itulah, Frederica yang berada di posisi paling belakang kemudian diduga terpeleset setelah menginjak batu hingga jatuh ke jurang sedalam 80 meter.

“Pas jatuh langsung meninggal,” terangnya. Jenazah korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 02.00 WITA dini hari kemarin. Menurut Suaiful, akibat terjatuh ke dalam jurang tersebut korban mengami luka di bagian kepala dan tangan. Dengan dibantu pendaki yang lain, jenazah korban pun diturunkan menggunakan tandu. Rombongan ini baru tiba di Puskesmas Bayan sekitar pukul 06.00 WITA.

Setelah beberapa jam di puskesmas tersebut, jenazah korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara dan tiba sekitar pukul 11.00 WITA. Saat akan dimasukkan dalam kamar jenazah, kekasih korban menolak gambar almarhum diabadikan wartawan yang meliput. Ia bersikeras hingga membentak sejumlah wartawan elektronik yang mencoba mengabadikannya.

Setelah beberapa saat dititip di kamar jenazah, jazad korban kembali dinaikkan dalam mobil ambulans biro jasa. Salah seorang petugas biro jasa yang ditemui menuturkan jenazah korban akan dibawa ke Denpasar, Bali untuk diotopsi. “Belum diketahui apakah pihak keluarga akan membawa pulang janazah korban atau dikremasi di Bali,” terang petugas tadi.

Sementara Kapolres Lobar melalui Kasat Reskrim AKP Made Baduarsa yang dikonfirmasi via handphone belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa ini karena belum mendapat kewenangan dari pimpinan. “Bukan saya tidak mau, saya belum mendapat kewenangan untuk memberi keterangan,” tandasnya. (use/051)

@Copyright Suara NTB