H. Abdul Malik (Suara NTB/dok)
DANA sebesar 38,4 juta dolar Amerika yang akan diberikan PT. Newmont Nusa
Tenggara (NNT) kepada Pemprov NTB sebaiknya tidak dikelola melalui jalur
APBD. Dana itu adalah millik Newmont, karenanya, pola pengelolaannya
tentu menjadi hak dari pemilik dana.
“Kalau kita menyarankan dan mengharapkan sebaiknya tidak (melalui
mekanisme APBD),” ujar Sekda NTB, Drs. H. Abdul Malik, MM. Tanggapan
itu disampaikan Malik sesaat sebelum menghadiri pertemuan dengan Badan
Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Selasa (29/6) kemarin. Malik menilai, penggunaan
dana tersebut menjadi hak Newmont selaku pemilik dana.
“Dana ini kan tergantung Newmont. Kalau dia nggak mau masukkan,
kenapa, kan dia yang punya uang,” ujar Malik. Ia menambahkan bahwa
pihaknya juga akan menanggung risiko jika dana itu dimasukkan dalam
APBD sebagai penerimaan daerah. Jika pola itu ditempuh, maka
pendapatan APBD NTB tahun ini akan membengkak tajam.
Padahal, menurut Malik, dana itu hanya diberikan tahun ini. Tahun
depan, saat dana itu tidak lagi diberikan, maka pendapatan APBD akan
mengalami penurunan. Malik menilai, kondisi itu akan mengakibatkan
pihaknya dianggap mengalami penurunan kinerja karena tidak bisa
mempertahankan besarnya pendapatan APBD.
“Tahun depan tidak ada lagi dana itu. Maka akan turun drastis anggaran
(pendapatan). Itu menunjukkan kinerja kita menurun,” ujarnya.
Karenanya ketimbang memasukkan dana itu dalam mekanisme APBD, Malik
menilai nantinya dana itu akan diserahkan pengelolaannya kepada
Newmont selaku pemilik. Selanjutnya, dana itu nantinya akan diberikan
dalam bentuk hibah program kepada Pemprov NTB. Menurut Malik, dana itu
akan dijadikan hibah program dengan catatan, program yang akan
dihibahkan itu dirancang dan tetap dikoordinasikan dengan DPRD melalui
pimpinan dan Banggar.
Malik menjelaskan bahwa secara langsung, tidak ada hubungan langsung
antara proses pembelian atau selisih harga 10 persen saham Newmont
dengan pemberian dana tersebut. “Secara langsung tidak, tapi secara
tidak langsung ada (hubungannya). Bentuk kepedulian itu muncul karena
adanya kemitraan dalam pembelian saham itu,” ujar Malik sembari
mengakui bahwa telah ada kesepakatan antara Newmont dengan Gubernur
NTB mengenai pola pengelolaan dana Newmont tersebut. (aan)