H.Mahrip (Suara NTB/smd)
MENCUATNYA isu disharmoni antara dua petinggi Pemkab Lombok Barat (Lobar) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lobar cukup mengusik banyak kalangan. Bahkan, pertanyaan itu sering digulirkan kalangan PNS di Bumi Patut Patuh Patju tersebut.
Menjawab isu itu, Wabup Lobar H. Mahrip SE.MM Selasa (22/6) kemarin menyatakan hanya orang yang tidak tahu diri saja yang membuat tidak mesra.
Dikatakan orang nomor dua di Lobar itu, selama ini hubungannya dengan Bupati cukup baik. Bahkan, diskusi diantara keduanya tidak pernah putus semenjak menduduki kursi bupati dan wabup. “Kami baik-baik saja, dan sejauh ini tidak ada masalah,” cetusnya.
Mahrip menambahkan, jika dirinya selama ini sangat hormat kepada pasangannya tersebut begitu juga sebaliknya. “Saya rasa tidak ada untungnya tidak menyukai beliau (bupati,red). Malahan kalau saya tidak suka sama beliau, saya rugi sendiri,” selorohnya.
Adanya sorotan terhadap dirinya terkait aksi pemboikotan dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu oleh Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB) sangat tidak beralasan. “Kalau saya dituding sebagai aktor intelektual dalam pemboikotan, itu sangat tidak manusiawi,” tandasnya. (smd)
|