Mataram (Suara NTB)-
Masuk menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) dinyatakan paling murah Sumbangan Pembangunan Istitusi (SPI)-nya dibandingkan fakultas serupa di perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Tahun 2010 ini, FK Unram mewajibkan setiap mahasiswa baru FK Unram membayar SPI sebesar Rp 60 juta.
“Kita terpaksa meningkatkan SPI ini dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Rektor Unram, Prof. Ir. H. Sunarpi, PhD. Menjawab Suara NTB di Mataram, Jumat (18/6) kemarin. Pengganti Prof. Ir. H. Mansur Ma’shum, PhD, ini menjelaskan, ditingkatkannya SPI FK Unram tersebut karena selama tiga tahun terakhir ini subsidi pembiayaan perkuliahan di FK Unram tidak ada lagi subsidi oleh pemerintah kabupaten/kota se NTB.
Disebutkan, tahun lalu SPI Rp 25 juta. Mengingat tingginya biaya perkuliahan di FK yang akan mencetak para calon dokter, dipandang perlu penyesuaian. Sehingga ditetapkanlah Rp 60 juta. Ini diperuntukkan bagi pemenuhan kualitas standar aktivitas perkuliahan calon-calon dokter. Menciptakan dokter yang profesional butuh dana besar. Tidak diinginkan nantinya, dokter lulusan Unram justru tidak menguasai disiplin ilmunya sendiri.
Penerimaan mahasiswa baru Unram tahun 2010 ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini sebanyak 60 mahasiswa, masing-masing 5 orang disiapkan beasiswa berprestasi santri dari Kementerian Agama (Kemenag), 5 orang beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan 15 orang melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Semua tahap ini sudah selesai,” terang Sunarpi.
Sisa kursi di FK Unram sebanyak 35 orang akan ditarik dari tes mandiri yang mendaftar tanggal 28 uni-21 Juli mendatang. Tes dijadwalkan 26 Juli. Penerimaan mahasiswa FK Unram ini tidak lagi mempertimbangkan porsi masing-masing kabupaten/kota seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sunarpi menjelaskan, mahasiswa FK Unram ini mengikuti proses perkuliahan tanpa subsidi dari pemerintah kabupaten/kota. ihak Unram telah melayangkan surat ke semua kepala daerah kabupaten/kota se NTB, meminta agar ada subsidi bagi putra daerah yang akan dimasukkanke FK Unram. Namun, dari semua bupati/wali kota yang disurati, hanya Bupati Lombok Barat yang memberikan jawaban. Itupun jawaban tidak sanggup memberikan subsidi lagi alasan tidak ada anggaran. Bupati/Walikota lainnya tidak memberikan jawaban sama sekali. (rus)