Mataram (Suara NTB) –
Wakil Presiden (Wapres) Boediono meminta pihak yang terkait dengan pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) agar menyelesaikan mega proyek itu tepat waktu atau sesuai dengan jadwal yang sudah ada. Menurut Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Setda NTB L. Moh. Faozal, S.Sos, MSi, Wapres menginginkan operasional BIL yang direncanakan akhir tahun ini tidak terhambat sejumlah permasalahan yang masih menghambat.
‘’Wapres mengharapkan schedule tetap diperhatikan dan pembangunan BIL diselesaikan tepat waktu. Yang jelas, Wapres tetap komit terhadap penyelesaian BIL,’’ ungkapnya, kepada Suara NTB via ponselnya, Rabu (16/6) kemarin. Harapan Wapres tersebut disampaikannya, saat rapat khusus bersama Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, dan kementerian terkait di Istana Wakil Presiden, Selasa (15/6) lalu.
Dalam rapat tersebut, katanya, Wapres mendengarkan laporan dari Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengenai perkembangan lanjutan pembangunan BIL. Menteri PU, ungkapnya, menegaskan komitmen pihaknya menyelesaikan jalan akses BIL yang masih belum selesai hingga sekarang ini.
Menteri PU, lanjutnya, juga meminta komitmen Pemprov NTB di bawah kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA, menyelesaikan pembebasan lahan akses jalan menuju BIL. Jika pembebasan akses jalan sudah selesai, katanya, pihak Kementerian PU siap menyelesaikan pembangunan akses jalan dari Mataram menuju lokasi BIL.
Menanggapi keinginan dari Menteri PU tersebut, lanjutnya, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, menyatakan, Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah dan Lombok Barat siap membebaskan lahan yang menjadi akses jalan menuju BIL. Bahkan, pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan akses jalan. ‘’Bapak Gubernur juga meminta adanya kepastian waktu soal operasional BIL, sehingga tepat sesuai dengan jadwal,’’ terangnya.
Sementara, Rabu (16/6) kemarin, lanjut Faozal, gubernur bersama dinas/instansi terkait mengadakan rapat khusus dengan Komisi IV DPR RI mengenai dukungan pusat terhadap pengembangan NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS). Gubernur mengharapkan pemerintah pusat serius membantu pengembangan BSS di NTB, sehingga target sejuta sapi bisa tercapai.
Tinjau BIL
Sementara, Komisi III DPRD NTB bersama instansi terkait di lingkup Pemprov NTB
akan kembali menggelar kunjungan kerja ke lokasi pembangunan BIL.
Anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP, Ir. Made Slamet, yang dikonfirmasi
wartawan, Rabu kemarin mengapresiasi upaya Komisi III DPRD NTB yang
telah melakukan langkah – langkah pengawasan terhadap pembangunan BIL.
Menurutnya, pengawasan terhadap pembangunan BIL memang harus
diperketat karena itu berkaitan dengan nyawa manusia yang melakukan
aktivitas transportasi di sana.
Slamet menilai, jika terjadi kerusakan di salah satu item proyek yang
bermasalah, maka hal itu bisa jadi akan menimbulkan korban nyawa di
kemudian hari. Slamet sendiri setelah mengetahui adanya sembilan item
proyek BIL yang diduga bermasalah mengaku sangat khawatir dengan
keselamatan penerbangan di sana.
Terpisah, Kepala Dinas PU NTB, Ir. H. Dwi Sugiyanto, MM, yang
dikonfirmasi usai pertemuan dengan Komisi III DPRD NTB Selasa (15/6) lalu menegaskan bahwa pihaknya siap menyelesaikan kekurangan –
kekurangan seperti yang sudah dilaporkan oleh Komisi III DPRD NTB,
dalam kunjungannya beberapa waktu lalu.
Dwi juga mengungkapkan masih banyaknya persoalan dalam pembebasan
lahan untuk akses jalan Patung Sapi – BIL. Menurut Dwi, untuk
penyelesaian pembebasan lahan dan pengerjaan akses jalan itu,
sebenarnya sudah dibentuk sebuah konsorsium antara Pemprov NTB dengan
pemerintah kabupaten setempat.
“Provinsi sudah mendukung. Tapi ada kekurangan anggaran di kabupaten,”
ujarnya. Dwi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU Lombok Tengah
ini menambahkan adanya persoalan ketersediaan kas di Lombok Tengah. Di
lapangan, belum tersedianya dana kas untuk menebus pembebasan lahan
tak urung memunculkan kerawanan dalam persoalan harga tanah.
“Ketersediaan kas di kabupaten, khususnya di Loteng, memang rawan
terhadap proses kenaikan harga di sini,” ujarnya.
Namun, Pemkab Loteng sendiri menurutnya telah berjanji untuk
merampungkan pembebasan pada bulan ini. Awalnya, Pemkab Loteng
bersedia untuk membiayai seluruh biaya tanah untuk pembebasan ruas
jalan yang berada di wilayahnya. Namun, ketersediaan dana mengharuskan
Pemprov NTB ikut membantu. Karenanya, saat ini Dwi mengaku telah
disepakati bahwa akan dilakukan sharing dana sekitar 40 hingga 50
persen untuk menutupi ketidaksanggupan dana dari Pemkab Loteng.
Dwi menjelaskan, saat ini ruas jalan yang harus dirampungkan untuk
membangun akses jalan menuju BIL meliputi tiga ruas. Ruas itu meliputi
ruas Patung Sapi - Sulin, Sulin – Batujai dan Batujai - BIL. Sementara
ini, yang baru dikerjakan hanya ruas jalan Patung Sapi – Sulin. “Itupun baru sekitar 40 persen,” tandas Dwi. (ham/aan)