suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Hindari Perjokian
 
updated: Kamis 17/06/10

H. Sunarpi (Suara NTB/dok)

 

 


Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) Universitas Mataram (Unram) dimulai Rabu (16/6) kemarin. Sebanyak 10.505 peserta ambil bagian dalam seleksi tersebut. Dari 10.505 peserta yang ikut seleksi, Unram hanya menyediakan 1.811 formasi.

Ketatnya persaingan untuk memperebutkan kursi di salah satu perguruan tinggi negeri di NTB, dikhawatirkan membuat para calon menempuh berbagai upaya agar bias lulus. Salah satunya misalnya memanfaatkan jasa joki untuk bisa lulus.

Kendati kasus perjokian belum pernah ditemukan, namun upaya antisipasi sejak dini dilakukan jajaran Unram. ‘’Memang di Unram belum ditemukan adanya perjokian, namun dengan santernya perjokian dibeberapa pergurauan tinggi akan berimbas ke Unram sendiri, itu harus diantisipasi. Kita tetap waspada,’’ cetus Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi Ph.D, Rabu (16/6) kemarin.

Mewaspadai hal itu, pihak Unram lebih memperketat pengawasan dalam pelaksanaan seleksi SMPTN ini. ‘’Kami perketat dengan jalan verifikasi,’’ terangnya. Ini dilakukan dengan mencocokkan data-data yang diperoleh secara online dari tiap peserta dengan data peserta sendiri, dengan melihat langsung kartu pengenal dan kwitansi pembayaran di bank. ‘’Selain itu kita minta semua panitia agar memperketat penjagaan,’’ ujarnya.

Sedangkan menanggapi jumlah kuota, ia mengatakan jumlah ini sesuai dengan daya tampung gedung. ‘’Kita sesuaikan. Kalau daya tampungnya segitu ya itu yang kita terima,’’ katanya.

Pantauan Suara NTB, pelaksanaan SMPTN yang dilakukan di beberapa lokasi selain di Kampus Unram berjalan dengan lancar. Selain di Kampus Unram, pelaksanaan SMPTN juga berlangsung di MAN 1 dan MAN 2 serta di SMA 1 Mataram. (her) 

©Copyright Suara NTB