suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Serangan Hama Tanaman Meluas
 
updated: Sabtu 05/06/10

Mataram (Suara NTB)-
Berdasarkan hasil evaluasi, luas serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) alias hama tanaman ini semakin luas. Hal itu tidak lepas dari dampak perubahan iklim yang terjadi dewasa ini.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) NTB, Ir. Pending Dadih Permana, MEc. Dev menjawab Suara NTB di Mataram. Disebutkan, jenis OPT yang menyerang antara lain tungro, blast, penggerek batang, kresek dan ulat grayak.

Menyadari musibah pada tanaman pangan itu, dianggap penting gerakan pengendalaian OPT. Memberdayakan petugas dan meningkatkan kepedulian masyarkaat tani dalam melakukan pengendalian secara efektif dan efisien serta berkesinambungan pada serangan OPT. Pengendalian OPT secara bersama-sama pada daerah-daerah yang endemis serangan OPT di sentra produksi tanaman pangan.

Seperti diketahui antara lain di Lombok Tengah, Dompu dan kabupaten lain yang selama ini menjadi sentra produksi tanaman pangan, padi, jagung dan kedelai serta komoditi pangan lainnya.

Sebelumnya, data produksi tahun 2010 ini akibat perubahan iklim dan munculnya serangan OPT tersebut menyebabkan terjadinya penurunan produksi. Tahun 2010, dalam hitungan angka ramalan (aram) I produksi 1,67 juta ton lebih kecil dari 1,87 juta ton pada tahun 2009, jagung 245 ribu ton menurun dari 308 ribu ton pada tahun 2009. Dan kedelai hanya mampu 104 ribu ton. 

Sebelumnya disarankan Direktur Perlindungan Pertanian Kementerian Pertanian, Ir. Ati Wasiati, fenomena iklim yang menjadi tantangan petani ini tidak saja terjadi di NTB. Namun secara global. Dampaknya diakui pada kemunculan hama tanaman, dan tentunya produksi pangan. Fenomena iklim seperti saat ini paling berdampak pada tanaman pangan. Menyadari hal itu, diingatkan agar menjadikan fenomena ini menjadi tantangan dan peluang.
 
Dengan fenomena iklim ini, membuat semua pihak terkait tidak diam begitu saja. Harus bekerja ekstra. Pola pikir petani, khususnya harus diubah. Iklim merupakan kehendak Tuhan, bukan buatan manusia. Tantangan bagi petani agar lebih terampil dalam mengelola lahan pertanian.

Secara global, kondisi pangan dunia sedang sulit. Sangat disyukuri, Indonesia dengan sumbangan NTB 520 ribu ton beras dan komoditas lainnya menempatkan Indonesia selama tiga tahun terakhir tetap swasembada pangan. (rus)  

@Copyright Suara NTB