suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Tunggu Laporan Lurah
 
updated: Sabtu 05/06/10

H. Marzuki Sahaz (Suara NTB/dok)







HAMPIR sebulan terakhir ini, masyarakat Kota Mataram mengeluhkan sulitnya mendapat minyak tanah. Kalaupun ada, harganya sangat melambung tinggi mencapai dua kali dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkait itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, H. Marzuki Sahaz mengaku, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari Lurah, terkait kesulitan warga untuk mendapat minyak tanah. Sehingga, Diskoperindag pun belum memiliki kekuatan untuk mengajukan operasi pasar (OP) ke Pertamina. Karena, OP hanya dikhususkan pada lokasi yang sulit mendapat mitan.

Marzuki yang dihubungi Global FM, via ponselnya Jumat (4/6) mengatakan untuk mengajukan OP minyak tanah, dibutuhkan surat dari Lurah yang menyatakan bahwa warga diwilayahnya kesulitan mendapat bahan bakar ini. Bahkan, pihaknya juga telah mengirim surat ke seluruh Lurah agar tidak ragu mengajukan permohonan tersebut.

Marzuki membantah sulitnya warga Kota Mataram mendapat mitan, dikarenakan mitan untuk rumah tangga di kota maju dan religius ini diborong petani dari Lombok Timur, untuk omprongan tembakau. Yang jelas, kata Marzuki, distribusi mitan di Kota Mataram masih berjalan normal. Kalaupun ada kenaikan, itu hanya terjadi ditingkat pengecer. Karena, tidak mungkin pihak agen atau pangkalan menjual harga diatas HET. Kalau demikian, maka izin usaha pangkalan dan agen akan dicabut.

Lebih lanjut Marzuki menerangkan, harga minyak tanah di pasar tradisional di Kota Mataram sebesar Rp 3.500 per liter. Harga tersebut masih dalam batas kewajaran, karena HET minyak tanah saat ini berada di harga Rp 2.800 per liter. Namun, berdasarkan pantauan Global FM harga minyak tanah telah menembus Rp 4.500-5.000 per liter. Sehingga tak mengherankan, begitu truk tangki pembawa minyak tanah masuk ke pangkalan, warga pun berbondong-bondong menyerbu pangkalan minyak tanah. Seperti yang terjadi di pangkalan minyak tanah yang berada di Lingkungan Pajang, Mataram Jumat kemarin.( ady/kmb)

©Copyright Suara NTB