suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Tidak Mesti Mahal
 
updated: Sabtu 05/06/10

Hj. Husnanidiaty Nurdin (Suara NTB/dok)

 



PANGAN yang mengandung nilai gizi tinggi ternyata tidak perlu dengan harga mahal untuk mendapatkannya. Pasalnya, di lingkungan sekitar beragam makanan bergizi bisa diperoleh dengan mudah dan murah oleh masyarakat. Jenis pangan dimaksudkan adalah kacang-kacangan yang bisa tumbuh dipkarangan dan mudah dicari masyarakat.

“Nilai gizi kacang-kacangan itu tinggi,” ucap Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (4/6) kemarin. Dikatakan, unsur makro dan mikro kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang panjang,  komak dan komoditi pangan lokal lainnya memiliki nilai gizi yang cukup bagus.

Mengkonsumsi pangan bisa memperkaya gizi. Seperti diketahui, kacang-kacangan memberikan sekitar 135 kkal per 100 gram bagian yang dapat dimakan. Kacang-kacangan ternyata dapat pula menghasilkan dan menjual serat makanan, vitamin B, mineral dan mungkin bahan-bahan yang lebih eksotis, misalnya enzim. Kecambah (sprouts) mengandung vitamin C yang cukup tinggi.

Kacang-kacangan merupakan bahan pangan yang cocok untuk tujuan di atas. Masyarakat yang menderita gizi salah atau gizi lebih ternyata terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan hanya sedikit mengkonsumsi karbohidrat kompleks.

Namun sejauh ini masih disayangkan, tingkat konsumsi jenis pangan kacang-kacangan ini masih rendah. Tahun 2007 konsumsi hanya 18,3 gram perkapita perhari. Mengalami penurunan tahun 2008 15,8 gram perkapita perhari. Tahun 2010 ditargetkan bisa meningkat 20,2 gram perkapita pertahun. “Karenanya kita rencanakan gerakan makan kacang-kacangan,” sebut Husnanidiaty.

Dengan tingkat konsumsi 20,2 gram perkapita perhari sama artinya dengan 7,4 kilogram perkapita pertahun. Idealnya, bisa konsumsi 35 gram perkapita perhari. Mencapai angka ideal agar bisa menciptakan generasi yang cerdas itu secara bertahap akan diwujudkan. Harapannya dengan gerakan gemar makan kacang-kacangan ini target 75,7 pencapaian Pola Pangan Harapan (PPH) bisa dicapai. “Sumbangsih kacang-kacangan jika sampai 20,2 gram perkapita perhari ini bisa 7,2,” imbuhnya.

Kepala BKP ini berharap, jajaran Dinas Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi kacang-kacangan ini. Tingkat konsumsi kacang-kacangan disadari akan mampu mengejar ketinggalan NTB dari fakta masih banyaknya yang kekurangan gizi sampai sejauh ini. Paling bagus di NTB, tingkat konsumsinya hanya sayur dan buah-buahan mencapai 250 gram perkapita perhari.

Paling perlu untuk digerakkan selain kacang-kacangan adalah pangan hewani, yang saat ini tingkat konsumsi hanya 65,8 gram perkapita perhari. Jauh dibawah target idealnya 150 gram perkapita perhari. (rus)

©Copyright Suara NTB