Selong (Suara NTB)-
Aksi anarkis massa terhadap lemahnya pelayanan pemerintah soal kelistrikan di Lombok Timur (Lotim) tampaknya mengilhami Pemkab Lotim untuk membentuk posko pengamanan terpadu. Posko tersebut dibentuk di empat titik rawan di daerah itu, dan bertugas untuk mengantisipasi, mencegah dan menanggulangi segala tindakan anarkis massa tersebut.
Kepala Bakesbangpol Lotim, H. Syarif Waliyullah kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/5) mengutarakan, posko tersebut ditempatkan di sekitar pusat pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Paokmotong, Kecamatan Masbagik, untuk mengamankan instalasi vital di pusat mesin pembangkit listrik yang mensuplai kebutuhan listrik seluruh penduduk pulau Lombok itu.
Posko berikutnya ditempatkan di Selong untuk mengamankan Kantor PT PLN (Persero) Ranting Selong yang mengamankan kantor itu, berikut di Kantor Jaga PLN di Sakra serta di Aikmel untuk mengamankan unit pelayanan terpadu daerah (UPTD) kelistrikan milik pemkab Lotim. Seperti dimaklumi, UPTD Aikmel tersebut melayani seluruh kepentingan masyarakat eks pelanggan koperasi listrik pedesaan (KLP) Sinar Rinjani.
Menurut Syarif Waliyullah, keanggotan posko tersebut telah ditetapkan Bupati Lotim terdiri atas unsur Kodim 1615/Lotim, Polres Lotim, Satpol PP, pam swakarsa serta tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma). ‘’Kita berharap terbentuknya posko tersebut akan dapat bergerak cepat untuk mengantisipasi segala kemungkinan tindakan anarkis yang dapat merusak instalasi vital milik negara,’’ ujarnya.
Selain itu, katanya, pihak Bakesbangpol sendiri telah melaksanakan program upaya kewaspadaan dini terhadap semua gejolak yang timbul di tengah masyarakat. Program kewaspadaan di masing-masing desa juga telah berjalan. Program yang melibatkan para toga dan toma serta pemuda di desa itu diharapkan dapat berjalan dengan segera melakukan koordinasi apabila terjadi tindakan atau kejadian luar biasa yang patut dapat diduga akan dapat berakibat terhadap munculnya instabilitas dalam skala besar.
Seperti dilansir harian ini sebelumnya, berbagai aksi anarkis massa telah terjadi di beberapa tempat di Lotim, menyusul munculnya penilaian masyarakat terhadap memburuknya pelayanan pemerintah terhadap kelistrikan. Dibakarnya mobil unit operasional kelistrikan milik UPTD Pemkab Lotim di Suralaga beberapa waktu lalu, berikut perusakan terhadap kantor di instalasi vital di PLTD Paokmotong, juga merupakan fakta yang tidak dapat diingkari.
Masih belum terjaminnya ketersediaan listrik di wilayah NTB tersebut akan terus memunculkan berbagai tudingan miring terhadap lemahnya pelayanan pemerintah. Akibat dari semua itu, bukan tidak mungkin aksi-aksi anarkis massa pun masih akan terjadi pula. ‘’Harus dipahami bersama bahwa aksi anarkis massa tidak akan selalu dapat menyelesaikan masalah, kecuali cenderung untuk menimbulkan masalah baru. Posko pengamanan terpadu yang kita bentuk diharapkan nanti dapat bekerja maksimal,’’ demikian Syarif. (038)