Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si (Suara NTB/aan)
KPU NTB menjamin kesiapan logistik Pilkada di Kabupaten/Kota di NTB.
KPU juga sudah memastikan bahwa persoalan warga yang belum tercantum
dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah bisa diakomodir dan berhak
menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 7 Juni mendatang. Meski
demikian, turunnya hujan berpotensi menjadi kendala dalam distribusi
logistik ke daerah terpencil.
Ketua KPU NTB, Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, yang dikonfirmasi Suara NTB,
Jumat (28/5) kemarin menjamin tidak akan ada masalah dengan logistik
Pemilukada 7 Juni mendatang. "Hanya Kota Mataram yang surat suaranya
belum sampai. Tapi kita tidak khawatir karena Kota Mataram
distribusinya sangat mudah," ujarnya.
Kesiapan logistik untuk Pilkada 7 Juni 2010 ini sudah mencapai 100 persen.
Surat suara dan kebutuhan logistik lainnya yang harus tersedia untuk
Pemilukada dipastikan telah siap di tempat.
Hanya saja, yang dikhawatirkan musim hujan ini bisa menjadi kendala
yang mengganggu proses distribusi ke TPS – TPS atau daerah – daerah
yang lokasinya terpencil. Dalam mendistsibusikan logistik, KPU dan
jajarannya di tingkat terbawah memang harus menghadapi resiko dalam
mendistribusikan logistik di daerah yang terpencil.
Risiko semacam ini bisa muncul karena kondisi sarana transportasi
jalan di sejumlah daerah di NTB masih sangat buruk. Dalam kondisi
hujan, kondisi jalan – jalan menuju daerah terpencil akan becek dan
bisa menjadi hambatan serius. Hal inilah yang memicu kekhawatiran akan
rusaknya logistik yang didistribusikan.
‘’Mudah – mudahan hujan ini tidak mengganggu distribusi ke daerah
terpencil. Mungkin hujan akan mengganggu proses dropping, karena jalan
licin, ada kemungkinan seperti itu,’’ tandasnya.
Sementara, terkait persoalan daftar pemilih, dijamin pula bahwa
warga yang sebelumnya tak tercantum dalam daftar pemilih sementara
atau DP4 bisa tetap menyalurkan hak pilihnya dalam pemilukada nanti.
Hal ini menurutnya dimungkinkan dalam peraturan yang ada. Menurutnya,
ratusan warga di Kota Mataram yang baru – baru ini dikabarkan tak
masuk daftar pemilih juga sudah bisa berlega hati karena mereka tetap
bisa mengikuti Pilkada.
“Ada 100 sekian warga (yang sebelumnya tidak terdaftar), tapi itu
sudah diakomodir. Jadi sudah tidak ada masalah. Hard copy daftar
pemilih juga sudah digandakan,” pungkasnya. (aan)