HM.Ruslan (Suara NTB/dok)
WALI Kota Mataram HM. Ruslan mengingatkan warga agar jangan berniat menjual tanah. Apalagi, kalau tidak ada kejelasan peruntukan menjual tanah. Hal itu diingatkan Ruslan ketika menyerahkan sertifikat untuk 1.800 bidang tanah di Kota Mataram, dalam program prona dan sms, Selasa (25/5) kemarin.
Ruslan mengatakan, harga tanah di Kota Mataram dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Karena katanya, perkembangan yang terjadi di kota maju dan religius ini terbilang sangat pesat. Hal ini tentu akan berdampak pada harga jual khususnya tanah warga. Sehingga, sangat disayangkan kalau warga menjual tanahnya tanpa ada kejelasan atas pemanfaatan hasil penjualan tanah.
’’Terkecuali, kalau rencana menjual tanah untuk memenuhi atau memperbaiki kehidupan keluarga dan jaminan masa depan,’’ katanya. Ada beberapa alasan, mengapa orang nomor satu di kota ini meminta warga untuk tidak menjual tanah. Diantaranya, Ruslan tidak ingin melihat ada satu kampung yang harus tergusur dari Kota Mataram.
Wali Kota tak menginginkan, Kota Mataram seperti Kota Surabaya yang telah hilang kehidupan atau suasana kampung, akibat tergusur dengan bangunan megah untuk pusat bisnis maupun pemukiman elite. Bahkan, warga asli Surabaya harus tinggal digubuk kecil yang dibangun dibantaran kali dan rel kereta api.
Ditambahkannya, dengan telah dipegangnya sertifikat tanah maka warga tidak perlu takut lagi digusur. Karena telah memiliki bukti kuat bahwa tanah itu adalah miliknya. Sehingga warga pun merasa aman dengan sertifikat tersebut. Sementara, bagi warga yang sejauh ini belum mendapat sertifikat, diminta untuk bersabar. Pasalnya, petugas pengukur dari BPN terbatas dan tidak bisa mengukur seluruh bidang tanah warga. Namun, sertifikat tersebut akan diserahkan pada periode berikut. (ady/kmb )
|