suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Waspadai Konflik
 
updated: Rabu 19/05/10

Arif Wachyunadi (Suara NTB/dok)







BEBERAPA kabupaten/kota di NTB, sebentar lagi akan menggelar Plkada secara serentak. Pada kesempatan itu, setiap warga dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani tanpa ada tekanan dari pihak-pihak tertentu. Namun yang perlu diwaspadai adalah munculnya beragam konflik yang menyertai pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Demikian disampaikan Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Arif Wachyunadi Senin (18/5) kemarin. “Apalagi, kondisi majemuk masyarakat NTB juga memiliki andil yang siginifikan sebagai pemicu konflik sosial maupun konflik politik,” tandasnya.

Potensi tersebut, katanya, jika tidak diantisipasi dengan baik sejak dini, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik politik yang tidak hanya merugikan kepentingan rakyat, namun juga merusak benih-benih demokrasi di tingkat lokal.

Oleh karena itu, Kapolda mengajak seluruh personel Polda NTB dan jajaran agar bersikap lebih bijak dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi dan tetap berada pada fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Untuk bertanggungjawab dalam mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan damai dan tertib.

Berkaitan dengan hal tersebut, Arif menekankan pentingnya netralitas Polri untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis. Karena hal tersebut menjadi penentu keberhasilan dalam pengamanan Pilkada sehingga netralitas tersebut akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pengamanan yang dilakukan Polri.

Kemudian dalam penegakkan hokum, anggota Polri harus bersikap profesional, proporsional, prosedural dan mengedepankan persuasif, tidak diskriminatif serta edukatif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Selain itu, deteksi dini dan mengkaji secara berkesinambungan setiap perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang potensial menimbulkan konflik. Baik itu koflik vertikal maupun horizontal serta memetakan titik rawan di lapangan.

‘’Kemudian selalu menggunakan strategi perpolisian masyarakat dalam memberdayakan masyarakat untuk ikut mengelola kamtibmas secara swakarsa agar kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan dan pascapilkada,’’ pungkasnya.(use)

©Copyright Suara NTB