H. M. Ali Syahdan (Suara NTB/dok)
INDONESIA mencanangkan pada tahun 2015 akan menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia. NTB sendiri menjadi salah satu dari tujuh provinsi kepulauan yang diandalkan bisa menghasilkan rumput laut. Terlebih, NTB memiliki 228 pulau kecil dan dua pulau besar yang berpotensi dikembangkan budidaya rumput laut. Potensi lahan yang bisa di budidayakan rumput laut seluas 24 ribu hektar dengan produksi 100 ton per hektar per tahun.
Demikian disebutkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan (Dislutkan) NTB, Drs. H. M. Ali Syahdan, Selasa (19/5) kemarin. Ali mengungkapkan, NTB mencanangkan 1 juta ton rumput laut pada tahun 2013 mendatang. Dimana, produksi rumput laut akan terus ditingkatkan dengan cara memperluas lahan garapan.
Salah satu caranya, dengan mengembangkan 10 kawasan minapolitan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Pada tahun 2010 ditargetkan produksi rumput laut NTB mencapai 250 ribu ton. Dalam hal ini, pihaknya akan memberikan paket bantuan benih rumput laut senilai Rp 1,4 miliar.
Pada tahun 2011, akan diberikan bibit rumput laut senilai Rp 400 juta kepada 20 paket dan pemberian paket bantuan Rp 6 miliar di 10 kawasan minapolitian. Permintaan pasar ekspor rumput laut menurut Ali Syahdan, masih tinggi mencapai 274 ribu ton per tahun ke beberapa negara, seperti Jepang, Cina, Korea dan lainnya.
Modal budidaya rumput laut sekitar Rp 5 – 7 juta per unit dengan periode 45 hari masa panen. Bisnis rumput laut ini telah menyerap tenaga kerja hingga 13 ribu orang lebih. Namun disayangkan Ali Syahdan bahwa SDM yang bergerak di sektor kelautan di NTB masih minim, sehingga diperlukan kerjasama dan upaya khusus. (ham)
|