suarantb
 
RedaksiIklanArsipHalaman UtamaHari Ini
Dijamin Tak Bergejolak
 
updated: Senin 17/05/10

H. Ihya Ulumuddin (Suara NTB/ham)

 





  
MENJAMIN tidak terulangnya gejolak di tingkat petani tembakau pada musim tanam tahun ini, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) NTB, H. Ihya Ulumuddin, mengakui telah memanggil para perusahaan mitra. Kepada mereka, persoalan utama yang menyangkut proses pengovenan tembakau milik petani binaannya harus teratasi.

“Perusahaan mitra sudah kita panggil, kita minta mereka harus mampu menyelesaikan persoalan konversi. Bahkan mereka sudah meneken (tanda tangan), menjamin konversi tidak akan bermasalah,” ungkap Ihya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (15/5) lalu.

Ihya mengungkapkan, perusahaan mitra sudah lama menjalin kemitraan dengan Pemda dan para petani secara langsung. Untuk itulah, menjadi tanggung jawab perusahaanlah untuk terlibat langsung mengamankan proses budidaya tembakau hingga menghasilkan produk yang diincar perusahaan rokok. Terlebih lagi, perusahaan rokoklah yang sangat berkepentingan terhadap kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani.

Ihya optimis, dengan persiapan matang yang dilakukan Tim Pembina dan Pengendali yang dibentuk Gubernur NTB, musim tanam tembakau tahun ini akan berjalan lancar. Melalui koordinasi intensif termasuk dengan perusahaan mitra, konversi telah siap menyambut musim tanam tahun ini.

“Untuk kompor dan bahan bakar batu bara, sudah ada beberapa perusahaan yang bersedia, termasuk Gerbang NTB Emas, PT. Rotani, Elang Nusa dan Blue Briket. Kami sarankan ke masyarakat, silahkan memilih kompor mana yang dianggap ampuh, karena dinas tidak merekomendasikan salah satunya,” ungkapnya.

Ihya mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tersebut sudah siap menyambut musim tanam omprongan. Persiapan dimaksud mulai dari kompor, batu bara dengan kapasitas pembakaran 5.600 kalori ke atas, sesuai spesifikasi yang ditentukan. “Insyaallah, tidak akan terjadi gejolak lagi,” yakinnya.

Tahun ini, Disbun NTB menargetkan produksi tembakau virginia Lombok sekitar 70.000 ton. Angka ini hampir tiga kali lipat dari catatan produksi yang terealisasi tahun 2009 sebesar 41.161 ton. Luas areal tanam juga demikian, dari sebanyak 24.127 hektar yang ditanami tahun 2009, ditargtekan bertambah hingga mencapai 35.000 hektar lebih.

Bertambahnya luas areal tanam dan target produksi tersebut, dinilai Ihya merupakan implikasi positif dari budidaya komoditas unggulan daerah ini. Masyarakat Lombok terutama yang berbasis di Lombok Timur dan Lombok Tengah menurutnya, sudah menikmati betul profitabilitas yang diperoleh dari budidaya tembakau virginia. Alasan inilah yang memicu masyarakat untuk melakukan budidaya lebih luas lagi. (joe)

©Copyright Suara NTB