L. Anas Amrullah (Suara NTB/dok)
HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTB, keberatan dengan pemadaman yang dilakukan PLN Wilayah NTB. Akhir-akhir ini, pelayanan PLN cenderung jeblok seiring seringnya pemadaman di luar jadwal rutin. Akibatnya, bagi dunia usaha berpotensi merugikan.
“Pemadaman yang dilakukan PLN merugikan teman-teman yang tergabung di Hipmi. Omset otomatis berkurang saat pemadaman listrik, apalagi pemadaman kerap terjadi saat fix time,” ungkap Ketua Umum Hipmi NTB, Ir. L. Anas Amrullah, kepada Suara NTB, Rabu (12/5) lalu.
Anas mengatakan pemadaman di luar schedule bukan tidak dipahaminya. Demikian pula dengan keterbatasan daya yang dialami PLN saat ini. Namun demikian, ia meminta agar PLN menginformasikan kepada publik perihal jadwal pemadaman. Hal dimaksud, agar para pengusaha bisa mengantisipasi operasional usaha saat pemadaman berlangsung.
“Teman-teman bisa antisipasi dengan genset dan rata-rata punya kok. Cuma kalau frekuensi pemadamannya tinggi seperti sekarang ini, Jenset mana tahan,” cetusnya.
Mantan Ketua DPD REI NTB ini mengaku, usaha yang dijalankan anggota Hipmi beragam dan rata-rata membutuhkan layanan listrik, mulai dari toko kelontong, retail hingga hiburan. Menunjang operasional usaha dimaksud, para pengusaha melengkapi daya dukung dengan software.
“Harus disadari, bahwa software, AC, sangat tergantung dengan sumber daya listrik. Semua usaha yang buka sampai malam hari mengeluh, karena tidak biasanya siang hari juga padam, sehingga teman-teman tidak bisa melayani,” kata dia.
Anas bahkan menuturkan, usaha penyediaan obat-obatan (Apotek) yang dijalankannya tidak luput dari komplain dokter. Pasalnya, gangguan listrik yang kerap tidak terjadwal mengakibatkan order dan pengiriman obat terlambat.
“Atas kondisi ini, saya dapat info kalau teman-teman akan melakukan class action terhadap PLN. Bagaimanapun, pemadaman ini bersampak sangat luas bagi kalangan dunia usaha.”
Ia menambahkan, bahwa saat ini masyarakat dan dunia usaha menunggu komitmen PLN NTB terhadap kepastian normalnya pelayanan PLN. Paling tidak, perbaikan layanan PLN diharapkan kembali normal. (joe)