H. Misbach Mulyadi (Suara NTB/dok)
SOFT Opening Bandara Internasional yang kemungkinan akan dilakukan
pada bulan Juli 2010 diharapkan bisa terealisasi. Presiden RI, Susilo
Bambang Yudhoyono diharapkan bisa hadir untuk peresmian BIL yang
direncanakan akan dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun
Provinsi NTB.
Ketua Komisi III DPRD NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi, meyakini,
pembangunan BIL memang sangat diharapkan oleh seluruh masyarakat NTB.
Namun, ada beberapa persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah
dan instansi terkait yang berada di balik pembangunan tersebut.
Adanya keluhan dari masyarakat lingkar BIL, yang baru – baru ini
mendatangi gedung DPRD NTB untuk mengadukan nasibnya, menurut Misbach
patut menjadi perhatian dari instansi terkait. Misbach mengisyaratkan
perlunya upaya untuk mengakomodir masyarakat sekitar BIL dalam
rekruitmen tenaga kerja BIL.
Jika upaya mengakomodir masyarakat sekitar bisa dilakukan, maka mereka
sekitar juga bisa diminta untuk ikut bertanggungjawab menjaga keamanan
di sekitar BIL. “Kita juga minta tolong kemarin, supaya jangan hanya
menuntut, tapi bantulah juga ikut menjaga kemanan ini. Karena keluhan
dari Angkasa Pura, (gangguan keamanan) itu masih terjadi,” ujarnya
saat dikonfirmasi Suara NTB melalui ponselnya, Senin (10/5) kemarin.
Masalah keamanan memang tengah menjadi batu sandungan yang seringkali
dikeluhkan oleh kontraktor dan terutama pihak Angkasa Pura. Karenanya,
Misbach berharap perhatian terhadap masyarakat sekitar BIL bisa
meredam ancaman tersebut.
Caranya, ujar Misbach, bisa dengan memberikan perhatian lebih banyak
dalam upaya pengembangan sumber daya manusia di lingkar BIL. Bagi
Misbach, upaya ini tidak hanya menjadi tugas Dinas Perhubungan semata.
Lebih jauh, satuan kerja lain di lingkup Pemprov NTB juga bisa ikut
membantu dengan menyelenggarakan proses pembinaan terhadap penduduk
usia produktif di sekitar BIL. Misbach berharap, jika mereka telah
terlatih sejak awal, pada saatnya nanti mereka sudah siap untuk
bekerja di bandara kembanggan masyarakat NTB itu.
Misbach menilai, munculnya gangguan keamanan juga tak terlepas dari
kurangnya proses komunikasi antara pihak terkait. “Saya pikir ini
hanya masalah komunikasi. Ketika komunikasi terbangun, mereka bisa
ikut. Pada prinsipnya mereka mendukung pembangunan BIL ini,”
tandasnya. (aan)